Di KLB BaraJP, LaNyalla Bahas soal Peran Desa untuk Kekuatan Ekonomi

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 18:58 WIB
La Nyalla Mattalitti
Foto: DPD
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) Barisan Relawan Jalan Perjuangan (BaraJP) hari ini. Di acara tersebut, dirinya menjelaskan soal pentingnya peran desa sebagai kekuatan ekonomi bangsa.

Terkait hal ini, LaNyalla meminta BaraJP untuk turut mengawal dan mendukung kebijakan pemerintah, termasuk soal konsep dan pola pembangunan Indonesia Sentris. Terlebih saat ini telah hadir berbagai relawan di 34 provinsi Indonesia.

"Konsep tersebut bermakna membangun secara merata, dengan prioritas membangun daerah-daerah yang masih tertinggal. Sehingga konsep ini diharapkan menjadi jawaban atas ketimpangan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa selama ini," tutur LaNyalla dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/10/2021).

Terkait hal ini, LaNyalla menegaskan pihaknya juga mendukung konsep tersebut. Pasalnya, hal ini telah menjadi kewajiban untuk memperjuangkan kepentingan daerah dan stakeholder di daerah, khususnya terkait pembangunan nasional.

LaNyalla optimis daerah yang kuat dan makmur akan membuat Indonesia menjadi kuat dan makmur pula. Hal ini mengingat wajah Indonesia merupakan mozaik dari wajah daerah dan wajah daerah adalah mozaik dari wajah desa.

"Itulah mengapa pemerintah memberi alokasi dana desa yang besar dan terus ditingkatkan seiring waktu. Sebab, desa memang harus menjadi kekuatan ekonomi, karena hal itu akan menjadi jawaban atas bonus demografi yang akan kita hadapi, yang puncaknya akan terjadi di tahun 2045 mendatang," tuturnya.

Selain itu, LaNyalla juga menyoroti soal bonus demografi yang perlu dihadapi dan dikelola dengan serius. Salah satunya dengan menjadikan desa sebagai kekuatan ekonomi sehingga penduduknya tidak lagi memilih menjadi urban di kota besar.

"Sebab, bonus demografi akan menjadi bencana demografi bila jumlah usia produktif meningkat, tetapi tidak terserap oleh lapangan pekerjaan. Sementara pada saat itu, kita juga memasuki era disruptif, dengan hilangnya beberapa jenis pekerjaan yang sekarang masih ada akibat dari otomasi dan revolusi teknologi," katanya.

LaNyalla menyebut hal ini menjadi salah satu tantangan BaraJP sebagai bagian dari pendukung pemerintah untuk membantu penyiapan dan pengelolaan peta jalan dalam menyongsong perubahan global.

Di sisi lain, LaNyalla menilai Kongres Luar Biasa merupakan hal normal dalam roda organisasi. Terlebih KLB memiliki agenda yang jelas untuk menentukan ketua umum dan pengurus organisasi secara definitif. Hal ini tentunya membuat roda organisasi lebih tertib dan sesuai dengan tujuan organisasi seperti tertuang dalam AD/ART.

"Oleh karena itu, sudah seharusnya, semua pengurus dan relawan BaraJP, baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri, mendukung dan menyukseskan agenda organisasi ini," paparnya.

Tak hanya itu, LaNyalla mengatakan KLB juga diperlukan bagi bangsa Indonesia. Hal ini mengingat BaraJP telah berperan dalam mewarnai perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari dukungan terhadap keterpilihan Presiden Jokowi hingga mengawal dan mendukung pemerintahannya.

Untuk itu, LaNyalla berharap Kongres Luar Biasa BaraJP dapat menghasilkan formasi kepengurusan yang solid. Dengan demikian kiprahnya dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

"Sehingga BaraJP dapat melanjutkan kiprah untuk nusa dan bangsa. Dengan begitu, kontribusi BaraJP akan terus menjadi penyemangat bagi kader-kader relawan BaraJP di manapun mereka berada," pungkasnya.

(akn/ega)