Ketum PKB: Aksi Rachel Vennya Kabur dari Karantina Membahayakan Masyarakat

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 16:47 WIB
Ketum PKB Muhaimin Iskandar
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar Foto: dok. PKB
Jakarta -

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyesalkan sikap Rachel Vennya kabur dari kewajiban menjalani karantina sepulang dari Amerika Serikat (AS). Dia menyebut aksi selebgram tersebut ikut membahayakan masyarakat.

Gus Muhaimin mengatakan seharusnya Rachel Vennya menjalankan kewajiban menjalani karantina selama delapan hari. Ini sesuai dengan Surat Edaran Satgas COVID-19 Nomor 18 Tahun 2021 bagi pelaku perjalanan dari luar negeri yang dibuat untuk keselamatan bersama.

"Aksi Vennya tentu saja berbahaya, bukan hanya untuk dia sendiri, tapi juga masyarakat. Harusnya dia patuhi kebijakan yang dibuat untuk menjamin kesehatan dan keselamatan bersama," kata Gus Muhaimin dalam keterangannya, Sabtu (16/10/2021).

Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat ini menyatakan karantina menjadi tanggung jawab sosial dan wajib untuk diikuti oleh mereka yang kembali dari perjalanan luar negeri. Ini berlaku untuk semua, tak terkecuali Rachel Vennya.

Gus Muhaimin menegaskan karantina adalah kunci keberhasilan untuk melindungi kesehatan publik dari potensi ancaman masuknya varian virus Corona maupun virus lainnya dalam situasi pandemi COVID-19. Dia meminta kewajiban karantina tidak dianggap remeh.

"Kewajiban karantina itu jangan dianggap remeh. Kalau di negara-negara maju, melanggar aturan karantina bisa kena denda besar. Aturan yang diterapkan juga tegas. Saya kira Indonesia juga harus seperti itu," ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Muhaimin mengimbau semua petugas di lapangan bertindak tegas terhadap semua pelanggaran tanpa pandang bulu, termasuk bagi oknum TNI yang membantu Rachel Vennya kabur dari lokasi karantina.

"Saya harap seluruh aparat menahan diri tidak bantu pasien karantina kabur. Kita semua sedang perang melawan virus, jangan sampai aparat malah menjadi koleganya virus. Tentu saja bahaya," tegasnya.

Polisi Selidiki Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Polda Metro Jaya sendiri saat ini sedang menyelidiki aksi kaburnya selebgram Rachel Vennya dari karantina RSDC Pademangan. Rachel Vennya dijadwalkan dipanggil pada Kamis (21/10) pekan depan untuk dimintai keterangan.

kekasih Rachel Vennya, Salim Nauderer, dan manajernya, Maulida Khairunnia, juga akan dipanggil bersamaan untuk diperiksa. Keduanya disebut bersama Rachel Vennya berada di RSDC Pademangan untuk karantina selama tiga hari sebelum akhirnya kabur.

"Jadi ada Rachel Vennya, Salim, sama Maulida (diperiksa). Tapi suratnya (surat panggilan) kepada Rachel Vennya saja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/10/2021).

(hri/jbr)