Sarana Jaya: Pemenang Proyek ITF Jaksel-Jaktim Diumumkan Bulan Depan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 18:37 WIB
Sampah nampak berceceran di pinggir Jalan Sunter, Jakarta Utara. Hal itu terjadi karena lahan yang akan dibangun fasilitas ITS baru akan dimulai akhir Juli 2019.
Ilustrasi, tempat pengelolaan sampah. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Perumda Pembangunan Sarana Jaya ditugasi Pemprov DKI membangun Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (FPSE) atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Rencananya, penetapan pemenang lelang proyek ITF ini akan diumumkan bulan depan.

"Kalau terkait ITF, kita memang ditugaskan sesuai dengan Pergub di wilayah layanan Timur dan Selatan. Hari ini memang kita sedang proses evaluasi proposal. Semestinya November awal kita sudah bisa menetapkan pemenang," kata Direktur Keuangan Sarana Jaya Bima Priyo Santosa dalam diskusi virtual, Jumat (15/9/2021).

Bima berharap perusahaan terpilih segera mengeksekusi proyek ITF di Jaktim dan Jaksel. Jadi, dia menargetkan di tahun depan aktivitas fisik mulai berjalan.

"Mudah-mudahan kita sangat berharap 2022 sudah ada progres yang signifikan terkait dengan pembangunan pengolahan sampah," jelasnya.

Bima memandang ITF sebagai solusi menyelesaikan permasalahan sampah di Ibu Kota. Dia kemudian menyoroti kondisi TPST Bantargebang yang berada di tahap krisis.

"Jakarta dengan skala seperti ini, mau tidak mau itulah salah satu solusinya yang harus segera kita tuntaskan, karena Bantargebang sudah dalam titik kritis," ujarnya.

"Kalau tidak ada penanganan itu mungkin 3-4 tahun Bantargebang bisa penuh. Kebayang kalau Bantargebang penuh, Jakarta seperti apa," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI akan membangun empat Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (FPSA) makro atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di Ibu Kota. Pemprov DKI menargetkan keempat ITF itu bisa rampung dibangun pada 2024.

"Targetnya 2024 dan 2025 terbangun ya," kata pejabat Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan saat dimintai konfirmasi, Selasa (21/9/2021).

Yogi menyampaikan pembangunan dilakukan secara bertahap. Setelah rampung dibangun, Pemprov DKI segera melakukan uji coba pembakaran sampah di ITF tersebut.

Adapun ITF ini berada di empat lokasi dalam kota Jakarta, yaitu FPSA Sunter (pusat), FSPA wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. ITF diklaim dapat mengurangi berat sampah DKI hingga 2.000 ton per hari.

Yogi memastikan ITF tersebut menerapkan teknologi ramah lingkungan sehingga asap yang ditimbulkan tak akan menyebabkan polusi udara.

(taa/isa)