Golkar Dorong Fasilitas Pengolahan Sampah di DKI Cepat Direalisasikan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 06:10 WIB
Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan (Dok Istimewa/ Judistira memberikan fotonya kepada detikcom)
Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan (Dok Istimewa/ Judistira memberikan fotonya kepada detikcom)
Jakarta -

Golkar DKI Jakarta mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk merealisasikan 4 Fasilitas Pengelolaan Sampah Antara (FPSA) atau Intermediate Treatment Facility (ITF). Sebab, Golkar menilai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, hampir tak bisa lagi menampung kiriman sampah dari Ibu Kota.

"Sampah yang kita hasilkan ini kan jumlahnya sangat besar, hampir 8 ribu ton per hari, dari rumah tangga, industri, perkantoran dan sebagainya, ini kan harus dikelola dengan baik, jangan sampai jadi masalah baru," kata anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari fraksi Golkar, Judistira Hermawan, kepada wartawan, Senin (20/9/2021).

"Untuk itu saat ini sedang dalam proses persiapan dan pelelangan pembangunan 4 lokasi pengolahan sampah berteknologi tinggi yang ramah lingkungan oleh Pemprov DKI Jakarta, jadi berproses dan kita DPRD khususnya Komisi D akan mendorong ini cepat terealisasi," kata dia.

Judistira mendorong agar ITF itu segera terealisasi. Pengelolaan sampah berbasis teknologi akan menjadi solusi bagi TPST Bantargebang yang makin menggunung.

"Ya harus segera direalisasikan, Bantargebang sudah hampir tidak bisa lagi menampung kiriman sampah kita, ITF menjadi solusi karena teknologi dia kan zero waste," tuturnya.

Hingga saat ini, pembangunan ITF itu belum terlaksana. Judistira menerima laporan dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bahwa kendala pembangunan itu terhambat karana pemilihan teknologi hingga lahan.

"Pemilihan Teknologi tidak boleh salah, harus bisa mengolah semua jenis sampah yang kita hasilkan, karakter sampah kita kan campuran gitu ya, dan yang paling sulit itu kendala nya lahan, sulit cari lahan yang sesuai untuk ITF ini, tapi sudah ada titik terang terkait ini, ya kita harapkan segera lah tidak ada kendala lagi," katanya.

Sementara itu, Judistira mendorong agar Pemprov DKI melanjutkan kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemkot Bekasi di Bantargebang. Sebab, DKI Jakarta belum mempunyai tempat pengelolaan sampah hingga saat ini.

"Terkait masa kerjasama saya kira kita harapkan ada perpanjangan yang dapat disetujui bersama antara Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta, apa apa yang perlu dievaluasi atau direvisi saya kira sah sah saja sepanjang sesuai aturan dan ada manfaat bagi kedua daerah, termasuk penambahan lahan ya karena hampir tidak lagi bisa menampung sampah kita di Bantargebang, akan kita cek sejauh mana progress nya dengan Dinas LH, saya kira itu," kata dia.

Simak juga 'Wujud Insinerator Jepang yang Dikembangkan Pemkot Bandung-UPI':

[Gambas:Video 20detik]