DPP Tawarkan Eks Pegawai KPK Mau Bikin Parpol Gabung PKS

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 21:32 WIB
Ketua Departemen Politik DPP PKS, Nabil Ahmad Fauzi
Nabil Ahmad Fauzi (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Sejumlah eks pegawai KPK yang dipecat setelah tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) berencana mendirikan partai. Adanya wacana tersebut, PKS menawarkan eks pegawai KPK untuk bergabung ke PKS.

"Terkait adanya wacana para eks pegawai KPK yang diberhentikan karena tidak lolos TWK untuk mendirikan partai politik sebagai salah satu pilihan kiprahnya, PKS meresponsnya dengan menawarkan mereka untuk bergabung saja ke PKS," kata Ketua Departemen Politik DPP PKS, Nabil Ahmad Fauzi kepada wartawan, Kamis (14/10/2021).

Politikus muda PKS ini menyadari bahwa mendirikan partai politik adalah hak konstitusional warga negara. Namun dia menilai dari pada membangun partai politik baru, PKS mengajak kepada para eks pegawai KPK yang dipecat karena tidak lolos TWK untuk bergabung PKS.

"Membangun partai itu tidak mudah, memerlukan proses yang panjang, ketokohan, jaringan serta modal finansial yang besar," ujar Nabil.

"Toh kami melihat bahwa visi pemberantasan korupsi juga menjadi visi PKS, karenanya dengan bergabung dengan PKS dapat memperkuat visi bersama ini demi Indonesia yang lebih baik," imbuhnya.

Mantan pegawai KPK Rasamala Aritonang sebelumnya berniat membentuk sebuah partai politik setelah dipecat lewat TWK. Dalam waktu dekat, para pengusung partai bernama 'Partai Serikat Pembebasan' ini akan bertemu para tokoh partai politik ataupun pendirinya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: