Mereka yang Kabur Karantina: Dari Rachel Vennya hingga HRS

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 10:46 WIB
Jakarta -

Selebgram Rachel Vennya kabur dari tempat karantina di RSDC Pademangan, Jakarta Utara, saat menjalani karantina kesehatan. Sebelumnya, sudah ada beberapa kasus orang yang kabur dari karantina. Bagaimana nasib mereka sekarang?

Selebgram Rachel Vennya terkonfirmasi kabur dari RSDC Pademangan, Jakarta Utara, saat menjalani karantina kesehatan sepulang dari luar negeri. Rachel Vennya terancam pidana 1 tahun penjara sebagaimana diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan.

Rachel Vennya diduga dibantu oknum TNI berinisial FS untuk kabur dari RSDC Pademangan. Kini Kodam Jaya sedang menyelidikinya.

"Saat ini pihak Kodam Jaya sedang dalam proses penyelidikan terkait berita kaburnya selebgram Rachel Vennya dari karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan. Pemeriksaan yang dilakukan dimulai dari hulu sampai ke hilir," kata Kapendam Jaya Kolonel Herwin BS dalam keterangan tertulis, Rabu (13/10/2021).

Dirangkum detikcom, Kamis (14/10/2021) ada beberapa orang yang pernah kabur dari karantina atau tidak menjalani karantinanya. Berikut ini daftarnya.

1. Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq tidak melakukan isolasi mandiri setelah pulang dari Arab Saudi. Padahal, menurut jaksa, berdasarkan aturan, Habib Rizieq perlu melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

"Terdakwa meninggalkan terminal bandara yang seharusnya Terdakwa melakukan isolasi mandiri sama 14 hari sebagaimana ketentuan surat edaran Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor PM.03.01/Menkes/338/2020 tanggal 22 Mei 2020 tentang penanganan kepulangan warga negara Indonesia (WNI) dan kedatangan warga negara asing (WNA) dari luar negeri di Bandara Udara Soekarno-Hatta dan Bandar Udara Juanda, angka 1 huruf d dan e," kata jaksa.

Jaksa mengatakan Habib Rizieq tidak melakukan hal tersebut dan justru menuju kerumunan orang yang telah memadati area bandara. Habib Rizieq juga dinilai tidak melakukan upaya pencegahan dengan cara membubarkan atau mengimbau agar tidak terjadi kerumunan.

"Ternyata karantina mandiri sebagaimana ketentuan tersebut tidak dilakukan Terdakwa, melainkan Terdakwa menuju kerumunan ribuan orang yang telah datang memadati hampir seluruh area Bandara Soekarno-Hatta, dan tidak ada upaya yang serius dan sungguh-sungguh dari Terdakwa untuk mengimbau, melarang, dan mengingatkan para pengunjung atau penjemput untuk tidak berkerumun dan mematuhi protokol kesehatan yang sedang diberlakukan di seluruh wilayah Jakarta," tuturnya.

Pada pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Rizieq dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran terkait kerumunan di Petamburan yang dianggap melanggar aturan mengenai pandemi COVID-19 terkait acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim kala itu adalah 8 bulan penjara.

"Mengadili, menyatakan Terdakwa Muhammad Rizieq Shihab terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana," ujar hakim ketua Suparman Nyompa saat membacakan vonis di PN Jaktim, Kamis (27/5/2021).

Rizieq dinyatakan bersalah melanggar Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal tersebut merupakan dakwaan alternatif ketiga.