Bareskrim Periksa CEO Jouska Usai Jadi Tersangka, Telusuri Aset

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 19:16 WIB
Jakarta -

Bareskrim Polri hari ini memeriksa tersangka dugaan penipuan, penggelapan, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU) CEO PT Jouska Finansial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno. Selain Aakar, Bareskrim juga memeriksa tersangka lain dalam kasus tersebut, yakni Tias Nugraha Putra.

"Hari ini dua tersangka masih dilakukan pemeriksaan," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (13/10/2021).

Diketahui, keduanya pun hingga saat ini belum ditahan oleh kepolisian. Ramadhan menyebut kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan.

"Nanti kita lihat kita tunggu apakah akan langsung ditahan dari penyidik. Masih dalam penyidikan," ujar Ramadhan.

Selain itu, Ramadhan mengatakan, Bareskrim akan menelusuri aset dan kekayaan kedua tersangka.

"(Menelusuri) terkait dengan apakah ada harta lain yang dimiliki. Proses ini masih berjalan," tutur Ramadhan.

Tidak Ditahan karena Kooperatif

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri tidak menahan Aakar karena tersangka dinilai kooperatif.

"Belum ditahan," ujar Wadirtipideksus Bareskrim Kombes Whisnu Hermawan saat dihubungi, Selasa (12/10/2021).

Diketahui, Aakar ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara pada 7 September 2021. Selain Aakar, Tias Nugraha Putra menjadi tersangka.

Awal Mula Kasus

Dalam keterangan yang diterima detikcom, penetapan tersangka Aakar itu tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan bernomor B/75/X/RES.1.11/2021.Dittipideksus. Surat itu ditujukan kepada Rinto Wardana pada 4 Oktober 2021.

Kasus ini bermula dari laporan terhadap Aakar Abyasa disampaikan oleh sejumlah nasabah ke Polda Metro Jaya pada September 2020. Saat itu, polisi membenarkan adanya laporan dugaan penipuan dengan terlapor Aakar Abyasa.

"Soal laporan Jouska itu, pelaporan dikuasakan pada kuasa hukumnya yang 10 orang melapor itu. Kemarin memang sudah masuk (laporannya). Kita teliti dulu sekarang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus ketika dihubungi wartawan, Sabtu (5/9).

(rak/isa)