Pemkot Mojokerto Siapkan Program Satu Rumah Satu Sarjana

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 17:12 WIB
Walkot Mojokerto di Sekolah
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari kategori tinggi menjadi sangat baik. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari juga telah menyiapkan berbagai strategi, salah satunya dengan mendorong program pendidikan yang menjadi salah satu dasar penilaian IPM.

"20% mandatory dari belanja APBD Pemerintah Kota Mojokerto akan disalurkan pada bidang pendidikan. Dengan program-program yang sudah direncanakan dan dilakukan oleh OPD pelaksana, yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Mojokerto," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/10/2021).

Hal tersebut disampaikan dalam acara Sosialisasi Program Prioritas Pendidikan, Selasa (12/10) di SMP Negeri 8 Kota Mojokerto.

Terkait hal ini, wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini juga menyampaikan saat ini pihaknya tengah berupaya untuk mewujudkan Satu Rumah Satu Sarjana. Terlebih ia menyampaikan layanan pendidikan wajib dasar 9 tahun di Kota Mojokerto sudah diakui terbaik dari daerah lain.

"Adapun upaya-upaya yang kita lakukan dalam mewujudkan peningkatan pendidikan yaitu, meningkatkan jumlah sumber daya manusia dengan pendidikan yang lebih tinggi, minimal S1 melalui program Satu Rumah Satu Sarjana, yang bekerja sama dengan Baznas Kota Mojokerto, untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yang bersekolah di SMA Negeri dan Sekolah Kejuruan Negeri Kota Mojokerto," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan Pemkot Mojokerto juga telah menyediakan beasiswa bagi anak-anak yang bersekolah di perguruan tinggi. Pemkot menyediakan beasiswa melalui Disporapar.

"Tahun ini disiapkan beasiswa, tidak hanya dari keluarga yang tidak mampu, tapi juga anak-anak yang berprestasi dengan jumlah anggaran Rp 750 juta untuk menjamin anak-anak tetap berkuliah, ini merupakan kerja sama tiga pilar yaitu Pemkot, Baznas dan Universitas Mayjen Sungkono," katanya.

Di kesempatan tersebut, Ning Ita juga mengajak seluruh guru dan tenaga pendidik untuk berinovasi dalam melakukan pembelajaran secara daring. Bahkan, pihaknya juga akan memberi hadiah bagi para guru paling inovatif.

"Pemkot mengadakan challenge untuk guru yang kreatif. Silakan Bapak/Ibu membuat video mengajar virtual yang kreatif, nanti akan kami beri hadiah yang menarik. Ini kita lakukan untuk memotivasi para guru agar selalu inovatif dalam memberikan pengajaran," pungkasnya.

Sebagai informasi, acara sosialisasi dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Ketua PGRI Kota Mojokerto, Kepala Sekolah dan para tenaga pendidik. Di akhir acara, siswa-siswi SMP Negeri 8 Kota Mojokerto memberi hadiah kepada Ning Ita berupa cinderamata topeng panji karya.

(ncm/ega)