Walkot Mojokerto Minta Orang Tua Awasi Keluarga dari Bahaya Narkoba

Erika Dyah - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 16:45 WIB
Pembakaran Narkoba
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi stakeholder yang membantu Pemerintah Kota Mojokerto mewujudkan wilayahnya sebagai daerah zero Narkoba. Mulai dari Kejaksaan, Polresta, Pengadilan, dan BNN yang telah bersama-sama memberantas penyalahgunaan narkoba.

Diketahui, pada Selasa (12/10) perempuan yang akrab disapa Ning Ita ini baru saja mengikuti kegiatan pemusnahan barang bukti dari 86 perkara bersama Kepala Kejari Agustinus Herimulyanto, Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Gaguk Tri Prasetyo, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto Ipda Hari Siswanto.

Adapun dari jumlah perkara tersebut terdapat sejumlah barang bukti yang dimusnahkan berupa narkotika jenis sabu sebanyak 400,156 gram, Pil double L sebanyak 9.429 butir, Gamja sebanyak 1.388.09 gram, Pil Ekstasi sebanyak 3 butir, HP sebanyak 14 unit, dan Timbangan elektronik sebanyak 27 unit.

Ning Ita mengatakan barang bukti yang dimusnahkan yang sebagian besar adalah narkoba dalam berbagai jenis menunjukkan bahwa peredaran penyalahgunaan narkoba di Kota Mojokerto dan sekitarnya masih cukup besar.

"Maka saya berpesan kepada masyarakat khususnya para orang tua agar menjaga keluarganya, putra-putrinya, yang memiliki anak remaja, bahwa mereka harus kita pantau betul siapa yang menjadi teman pergaulan putra-putri kita. Karena dari pergaulan inilah yang menjadi potensi terbesar generasi penerus bangsa terpapar penyalahgunaan narkoba," ucap Ning Ita dalam keterangan tertulis, Rabu (13/10/2021).

Ia mengungkapkan selama ini pihaknya terus mewujudkan Zero Narkoba melalui Program Aksi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Ini mengingat narkotika merupakan kejahatan lintas negara dan kejahatan luar biasa.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, Agustinus Heri mengatakan barang bukti yang dimusnahkan merupakan barang bukti yang dirampas untuk dimusnahkan berdasarkan putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto.

"Barang bukti yang dimusnahkan hari ini adalah yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap," ungkapnya.

Ia menjelaskan pada tahun 2021, Kejari Kota Mojokerto juga telah menyetorkan Barang Bukti yang dirampas untuk Negara berupa uang yang didasarkan pada putusan Pengadilan Negeri Mojokerto dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap untuk disetorkan ke Kas Negara selama tahun 2021, yakni sebesar Rp 8.575.000.

Agustinus mengimbau kepada masyarakat Kota Mojokerto untuk waspada melakukan pengawasan terhadap keluarganya. Sebab, ia menilai peredaran barang jenis narkotika di Kota Mojokerto cukup tinggi. Ia pun berharap para pelaku tindak pidana mendapat hukuman yang setimpal untuk memberi efek jera terhadap pelaku tindak pidana.

(ncm/ega)