Saran Pakar UI soal Baim Wong Marahi Kakek: Niat Baik Harus dengan Cara Baik

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 15:35 WIB
Video Baim Wong tegur kakek-kakek yang mengikutinya tuai protes
Foto: dok. Capture Channel YouTube Baim Paula
Jakarta -

Selebritis Baim Wong menjadi perbincangan publik lantaran isi kontennya menghujat seorang kakek-kakek yang meminta uang kepadanya. Pengajar dan peneliti sosial vokasi Universitas Indonesia, Dr Devie Rahmawati MHum, memberi saran untuk Baim terkait konten kontroversial itu.

Devie mengatakan seseorang content creator seperti Baim Wong seharusnya membuat konten yang isinya menginspirasi atau mengedukasi penonton konten itu. Terkait dengan konten Baim, Devie menilai Baim salah menyampaikan pesan kepada penonton.

"Baim kan menyampaikan alasan tidak nyaman, tapi memang dalam konteks ketimuran, dalam konteks komunikasi bukan hanya isinya yang penting, tapi bagaimana cara. Ini menjadi pengingat untuk kita semua bahwa isi yang penting, gini kan (konten) niatnya mengajarkan orang lebih baik. Jadi isi niat kita seharusnya dibungkus dengan cara yang juga tepat, agar kemudian pesan yang disampaikan betul-betul dirasakan audiens atau orang lain, karena ibaratnya ketika Anda berbuat baik, tapi kalau penyampaian tidak sempurna, bisa jadi ditangkap tidak positif orang lain," kata Devie saat dihubungi, Rabu (13/10/2021).

"Jadi dalam komunikasi rumusnya bukan hanya kontennya, channel-nya, tapi juga konteksnya, caranya. Jadi komunikasi yang baik, konten dan isinya baik, dan disalurkan yang tepat, ketiga konteksnya gimana cara menyampaikannya," lanjutnya.

Foto Dr. Devie Rahmawati,M.Hum.Foto: Dok. pribadi Dr. Devie Rahmawati,M.Hum.

Dengan adanya masalah Baim Wong ini, Devie berharap UU Perlindungan Data Pribadi segera disahkan. Devie mengatakan, jika UU itu disahkan, setiap content creator tidak bisa sembarang mengambil gambar.

Diketahui, dalam konten Baim Wong itu terlihat wajah kakek-kakek yang dimarahi Baim Wong. Dalam video itu, tim YouTube Baim Wong terlihat menyorot wajah kakek tanpa izin lebih dahulu.

"Kalau di luar negeri, udah ada hukum tentang perlindungan data pribadi, bahkan di luar negeri jauh sebelum ada ruang digital, Anda tidak boleh sembarangan memfoto orang lain, karena itu data pribadi orang lain. Di Indonesia karena memang belum ada, sehingga itu menjadi suatu hal yang hampir dilakukan oleh siapa pun. Pelajaran dari sini, nanti ketika sudah diketuk palu UU Perlindungan Data Pribadi, ini sebenarnya visual wajah seseorang sebenarnya tidak boleh ditampilkan tanpa seizin orang tersebut," tutur Devie.

Terakhir, Devie mengapresiasi reaksi netizen terhadap konten Baim Wong ini. Devie menilai sikap netizen menggambarkan kepedulian terhadap tradisi sosial terkait kehormatan kepada orang tua.

"Kita apresiasi reaksi masyarakat digital atau netizen yang artinya masih memiliki kepedulian terhadap tradisi sosial terkait kehormatan kepada orang tua," katanya.