PD Bicara Hidden Power Singkirkan Sang Ketum, Sekuat Apa AHY Jelang 2024?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 13:20 WIB
Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menggelar konferensi pers usai Kepengurusan KLB PD Moeldoko Ditolak
Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Waketum Partai Demokrat (PD) Benny K Harman menyebut ada kekuasaan tersembunyi atau hidden power yang memanfaatkan Yusril Ihza Mahendra untuk menyingkirkan Ketum PD Agus Hartimurti Yudhoyono (AHY) di 2024. Lalu, sekuat apa elektabilitas AHY di sejumlah survei sampai disebut ingin disingkirkan?

"Pengacara Yusril sebenarnya bekerja untuk kepentingan siapa? Pengacara Yusril patut diduga kuat tidak bekerja untuk membela kepentingan dari pihak-pihak yang telah memberinya kuasa karena memang tidak ada kepentingan nyata di sana melainkan untuk membela kepentingan dari kekuatan tertentu yang tidak tampak ke permukaan," kata Benny dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (12/10) kemarin.

Anggota Komisi III DPR RI ini menyebut ada kekuatan tersembunyi di balik gugatan yang diajukan 4 mantan ketua DPC Partai Demokrat. Para mantan kader Demokrat dan Yusril itu dinilai dimanfaatkan oleh pihak tersembunyi tersebut untuk kepentingan politik.

"Kekuatan yang tidak tampak ini lah (hidden power) yang sebenarnya memiliki kepentingan politik saat ini, dan kemudian bersekutu dengan (tepatnya memanfaatkan) 4 eks ketua DPC Partai Demokrat menggunakan jasa pengacara Yusril guna memperjuangkan kepentingan politik dari kekuatan tersembunyi (invisible power) tersebut," ucapnya.

Benny menduga kepentingan tersembunyi itu memiliki tujuan untuk menyingkirkan Partai Demokrat dan AHY dari kontestasi politik di 2024 nanti. Sebab, AHY dan Partai Demokrat, kata dia, dianggap sebagai batu sandungan dari skenario gelap mereka.

Namun, Benny tak menyingkap hidden power itu secara gamblang. Siapa di balik hidden power itu menurut Benny sangat bervariasi, meski tak datang begitu saja.

"Lalu apa kepentingan politik dari kekuatan tersembunyi itu? Kepentingan mereka ialah menyingkirkan Partai Demokrat dan Ketua Umumnya AHY dari kontestasi politik menjelang hajatan politik nasional di tahun 2024 nanti. Partai Demokrat dan AHY oleh kekuatan ini dianggap sebagai batu sandungan atau penghalang utama untuk mewujudkan skenario gelap mereka, karena itu ia harus diganggu, disingkirkan atau diambil alih jika tidak mau bekerja sama dalam skema politik yang mereka desain," ujarnya.

Berikut kekuatan AHY berdasarkan survei terbaru:

1. Survei Indostrategic

Lembaga Indostrategic merilis survei elektabilitas calon presiden (capres) 2024 pada Agustus lalu. AHY berada di posisi nomor enam, di bawah nama besar lain seperti Prabowo Subianto hingga Anies Baswedan.

Survei ini dilakukan pada 23 Maret-1 Juni 2021 dengan total responden 2.400 yang tersebar di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan metode multi-stage random.

Survei ini dilakukan secara tatap muka dengan mengedepankan protokol kesehatan. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar 2 persen. Dalam survei ini, AHY mendapat elektabilitas 6,4%.

Berikut ini hasil lengkap survei Indostrategic:
Prabowo Subianto 17,5%
Anies Baswedan 17,0%
Ganjar Pranowo 8,1%
Ridwan Kamil 7,0%
Sandiaga Uno 6,8%
Agus Harimurti Yudhoyono 6,4%
Tri Rismaharini 4,1%
Gatot Nurmantyo 1,8%
Khofifah Indar Parawansa 1,8%
Erick Thohir 1,0%

2. Survei inDEX

Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research meluncurkan hasil survei yang menunjukkan Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Ridwan Kamil menjadi 3 besar tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi untuk maju sebagai calon Presiden 2024.

Di urutan pertama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meraih hasil survei indEX Research dengan skor 17,5 persen. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyusul di urutan kedua dengan skor 17,1 persen. Sedangkan posisi ketiga ditempati Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan skor 13,8 persen.

Peneliti indEX Research, Hendri Kurniawan, mengatakan, selain 3 nama tersebut, ada 13 nama yang diprediksi masuk bursa capres 2024. Ia menambahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempati urutan keempat dengan skor 7,5 persen. Kemudian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno di posisi kelima dengan skor 6,9 persen.

Sementara itu, AHY berada di posisi keenam dengan skor 6,4 persen. Tokoh tokoh lainnya yang masuk daftar, sesuai dengan hasil survei indEX, adalah Menteri Sosial RI Tri Rismaharini, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia Giring Ganesha, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, serta Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md.

Temuan indEX merujuk pada hasil survei yang melibatkan 1.200 responden selama 21-30 September 2021. Survei berlangsung via telepon yang mewawancarai para responden secara acak di berbagai daerah di Indonesia.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Saksikan video 'Elektabilitas Naik di Survei SMRC, Demokrat: Ini Kerja Keras AHY':

[Gambas:Video 20detik]