Yusril soal 'Hidden Power': Dugaan Tak Jelas

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 23:16 WIB
Yusril Ihza Mahendra (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Foto: Yusril Ihza Mahendra (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Waketum Partai Demokrat Benny K Harman menduga ada kepentingan pribadi 'hidden power' dibalik eks kader memberikan kuasa kepada Yusril Ihza Mahendra. Yusril membantah hal itu.

Yusril menilai Benny terlalu banyak menduga sana sini. Namun, dugaan itu menurutnya tanpa alasan yang jelas.

"Benny Harman terlalu banyak duga sana duga sini tanpa alasan yang jelas," kata Yusril, kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Yusril mengatakan dirinya hanya melayani pihak yang meminta jasa hukum. Jika surat kuasa dicabut, maka selesailah tugasnya.

"Saya berpikir lurus saja, ada orang datang mau minta bantuan jasa hukum, saya layani. Lalu dia memberi kuasa kepada saya. Suatu ketika Surat Kuasanya dia cabut, maka tugas saya sebagai pengacaranya selesai," ucapnya.

Yusril menilai dugaan yang dilempar Partai Demokrat atas dirinya hanya dijadikan playing victim. Dia lantas menilai justru AHY dan SBY lah yang pandai memperalat.

"Saya sebenarnya enggan melayani gunjingan politik duga sana duga sini, yang akhirnya dijadikan sebagai 'playing victim' seperti kisah Benny Harman di atas. Seolah ada hidden agenda mengganjal AHY nyapres 2024 dan saya diperalat mereka," katanya.

"Kalau soal alat-memperalat orang lain itu tanya Pak SBY dan AHY sendirilah. Ibarat tukang, kedua beliau lebih mahir dibanding saya. Ilmu alat memperalat Pak SBY kayaknya sudah sangat mumpuni. Bahkan boleh dibilang sudah 'sakti mandraguna'. Ilmu saya tidak ada apa2nya dibanding kedua beliau," lanjut Yusril.

Terkait maju atau tidaknya AHY menjadi capres, Yusril menekankan tidak ada pengaruh untuknya. Dia menilai tidak ada kepentingan akan hal itu.

"Saya sendiri tidak mau pusing dengan AHY. Dia mau nyapres atau tidak, tidak ada kepentingannya buat saya. Dia nyapres, saya tidak rugi. Dia tidak nyapres saya tidak untung apa-apa," tuturnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat (PD) bertanya-tanya terkait motif pengacara Yusril Ihza Mahendra mewakili 4 mantan Ketua DPC Partai Demokrat menggugat AD/ART Demokrat. Benny K Harman lantas menduga para mantan kader Partai Demokrat yang memberi Yusril kuasa sebetulnya tidak memiliki kepentingan.

"Pengacara Yusril sebenarnya bekerja untuk kepentingan siapa? Pengacara Yusril patut diduga kuat tidak bekerja untuk membela kepentingan dari pihak-pihak yang telah memberinya kuasa karena memang tidak ada kepentingan nyata di sana melainkan untuk membela kepentingan dari kekuatan tertentu yang tidak tampak ke permukaan," kata Benny dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Benny menduga ada kekuatan tersembunyi di balik gugatan yang diajukan 4 mantan ketua DPC Partai Demokrat. Menurutnya para mantan kader Demokrat dan Yusril dimanfaatkan oleh pihak tersembunyi itu untuk kepentingan politiknya.

Kekuatan yang tidak tampak ini lah (hidden power) yang sebenarnya memiliki kepentingan politik saat ini, dan kemudian bersekutu dengan (tepatnya memanfaatkan) 4 eks ketua DPC Partai Demokrat menggunakan jasa pengacara Yusril guna memperjuangkan kepentingan politik dari kekuatan tersembunyi (invisible power) tersebut," ucapnya.

Simak juga Video: Blak-blakan Prof Yusril Ihza Mahendra, Dari Islam Radikal ke Nazi Hitler

[Gambas:Video 20detik]



(eva/dwia)