Round-Up

8 Fakta Perkara Penipuan Bikin CEO Jouska Aakar Abyasa Jadi Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 07:03 WIB

5. Tidak ditahan

Polisi tidak menahan Aakar. Direktorat TIndak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri tidak menahan Aakar karena tersangka dinilai kooperatif.

"Belum ditahan," ujar Wadirtipideksus Bareskrim Kombes Whisnu Hermawan saat dihubungi, Selasa (12/10) kemarin.

6. Akan dipanggil polisi

Terpisah, Kasubdit V IKNB Dittipideksus Bareskrim Kombes Ma'mun memastikan pihaknya bakal memanggil Aakar yang ditetapkan sebagai tersangka. Aakar akan dipanggil polisi dalam waktu dekat.

"Segera kita panggil," kata Ma'mun.

7. Polisi segera menyita aset Jouska

Polisi akan segera menyita aset Aakar Abyasa dari hasil pencucian uang tersebut. "Insyaallah. Semoga dilancarkan semua ya," ujar Kasubdit V IKNB Dittipideksus Bareskrim Kombes Ma'mun saat dihubungi, Selasa (12/10).

Ma'mun menjelaskan pihaknya telah melakukan penyitaan terhadap Aakar usai ditetapkan menjadi tersangka. Adapun polisi menyita dokumen hingga benda lain yang diduga berkaitan dengan kasus yang menjerat Aakar.

"Harusnya sudah ada yang disita. Entah itu dokumen maupun benda lain berkaitan dengan pidananya," imbuhnya.

8. Bantahan CEO Jouska Aakar Abyasa sebelumnya

Aakar Abyasa sempat buka suara. Dia menepis tudingan melampaui kewenangan dengan mengelola dana bahkan melakukan transaksi saham klien. Aakar mengatakan pihaknya tak pernah melakukan transaksi jual beli saham atas nama Jouska.

"Seluruh advisor dan karyawan Jouska tidak mempunyai akses ke rekening dana nasabah, username, password aplikasi trading saham klien. Hanya ada dua pihak yang memiliki akses ke RDN, username dan password, yaitu klien itu sendiri dan broker saham," katanya.

Dia mengatakan tuduhan klien soal rekening saham diakses dan diperjualbelikan Jouska tidak benar. Menurutnya, saham klien ditransaksikan oleh broker PT Mahesa Strategis Indonesia. Dia menyebut transaksi itu berdasarkan surat kesepakatan bersama antara klien dan Mahesa.

"Mahesa adalah semacam klub broker trading berisi broker-broker saham yang berlisensi di mana saya pemegang saham mayoritas artinya mayoritas pasif artinya selama ini saya tidak aktif terlibat operasional Mahesa," terangnya.


(dnu/dnu)