Cegah Penularan COVID, Ini Pedoman Kegiatan di Hari Besar Keagamaan

Erika Dyah - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 20:05 WIB
Momen Lebaran di tengah pandemi COVID-19 membuat pihak Masjid Al-Akbar terapkan protokol kesehatan ketat saat gelar salat Id di masjid tersebut. Berikut fotonya
Foto: Esti Widiyana/Detikcom
Jakarta -

Pemerintah menerbitkan Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan Pada Masa Pandemi COVID-19 berupa Surat Edaran Menteri Agama No. 29 tahun 2021. Diketahui, pedoman ini dihadirkan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam merayakan hari besar keagamaan.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate mengatakan pedoman yang diterbitkan sejak Kamis (7/10) ini diharapkan dapat mencegah risiko penularan saat pelaksanaan kegiatan hari besar keagamaan yang akan segera tiba.

"Pedoman ini diterbitkan masih dalam upaya mengendalikan transmisi dan memutus rantai penularan COVID-19, sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa COVID-19 hidup di sekitar kita sehingga menuntut kewaspadaan," tutur Johnny dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

"Dengan adanya pedoman yang jelas, diharapkan masyarakat dapat merasa aman dalam merayakan hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi, Natal, dan hari besar lainnya," sambungnya.

Ia menyebutkan salah satu aturan dalam pedoman itu adalah mengenai larangan kegiatan pawai atau arak-arakan di peringatan hari besar keagamaan yang melibatkan banyak orang. Lebih lanjut, Johnny menekankan bahwa pemerintah memberlakukan sejumlah aturan dengan memperhatikan level PPKM di masing-masing daerah dalam pelaksanaan kegiatan ibadah di hari keagamaan .

Adapun daerah dengan PPKM Level 1 dan 2 dapat melaksanakan kegiatan keagamaan secara tatap muka dengan protokol kesehatan ketat. Sementara itu, daerah PPKM Level 3 dan 4 dianjurkan melaksanakan kegiatan keagamaan secara virtual atau daring.

Menurutnya, jika masyarakat ingin melaksanakan kegiatan secara tatap muka, maka terdapat sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi. Misalnya, dengan menggelar kegiatan di ruang terbuka.

Ia menambahkan, jika kegiatan keagamaan dilakukan di ruang tertutup, maka kegiatan harus menerapkan aturan kapasitas maksimal 50% atau paling banyak 50 orang, disertai protokol kesehatan ketat.

Selain itu, peserta yang hadir diutamakan berasal dari warga daerah sekitar. Pelaksanaan kegiatan juga harus disertai penerapan protokol kesehatan ketat dan dalam pengawasan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 setempat.

"Pemerintah juga mendorong implementasi aplikasi PeduliLindungi di rumah ibadah dan tempat lain yang digunakan untuk menggelar Peringatan Hari Besar Keagamaan," jelasnya.

Selain itu, lanjut Johnny, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk patuh pada pedoman tersebut dan menyatakan akan terus mengawasi penerapannya dengan ketat.

"Mari kita terus bahu membahu dalam melawan pandemi ini. Tetap waspada, mematuhi aturan, sadar dan disiplin protokol kesehatan, karena COVID-19 masih ada dan mengancam kita," pungkasnya.

Tonton video 'Update Covid-19 RI 11 Oktober: Tambahan Kasus 620, Sembuh 2.444':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)