Kontrak TPST Bantargebang Belum Deal, Negosiasi Alot?

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 11:18 WIB
Usai Lebaran, TPST Bantargebang, Kota Bekasi, kembali bergeliat. Volume sampah yang meningkat selama libur Lebaran menjadi rezeki bagi pemulung.
TPST Bantargebang (Rengga Sencaya/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta bersama Pemkot Bekasi masih membahas perpanjangan perjanjian kerja sama (PKS) pemanfaatan lahan TPST Bantargebang. Padahal, kontrak lima tahunan itu akan segera berakhir pada 26 Oktober mendatang. Lantas, apakah negosiasi berjalan alot?

"Ya biasalah yang namanya negosiasi begitu. Maksudnya, ada dinamikanya, tapi kita mencari yang terbaik buat posisi masing-masing," kata Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Yogi Ikhwan saat dihubungi, Senin (11/10/2021).

Yogi mengatakan sampai saat ini negosiasi antara Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi masih berlangsung. Dia berharap penandatanganan kontrak baru dapat dilakukan pada akhir Oktober mendatang.

"Kalau bisa nyambung, di (tanggal) 26 juga ada PKS baru untuk 5 tahun berikutnya. Kita masih nego, mencari kesepakatan yang bagus buat Bekasi, bagus juga buat Jakarta," jelasnya.

Yogi enggan memerinci klausul apa saja yang menjadi pokok pembahasan. Yang jelas, dia mengatakan kedua pihak sedang mencari kesepakatan terbaik.

"Semuanya mencari yang terbaik. Pemkot Bekasi cari terbaik bagi rakyatnya, kita di Jakarta juga cari posisi baik buat kita," ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta bersama Pemkot Bekasi tengah merumuskan isi kontrak baru pengelolaan TPST Bantargebang. Penandatanganan kontrak ditargetkan pada akhir Oktober mendatang.

"Akhir Oktober (diteken). Bisa di Jakarta, bisa di Bekasi," kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Syaripudin di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Syaripudin menerangkan salah satu klausul yang dibahas terkait kenaikan dana kompensasi bau bagi warga terdampak TPST Bantargebang yang diminta Pemkot Bekasi. Prinsipnya, seluruh komponen dalam kontrak akan mengakomodasi pemulihan lingkungan.

"Semua yang menjadi komponen daripada perjanjian kerja sama, semua itu diakomodasi pemulihan lingkungannya," ujarnya.

Syaripudin berujar, kerja sama dengan Pemkot Bekasi telah terjalin sejak lama, sehingga di dalam kesepakatan terbaru akan dituangkan hak dan kewajiban kedua belah pihak.

(taa/dwia)