Prabowo Maju di 2024, PD Bicara Perlunya Ambang Batas Capres Diturunkan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 10:55 WIB
Kamhar Lakumani (Dokumentasi pribadi).
Kamhar Lakumani (Dokumentasi pribadi)
Jakarta -

Partai Gerindra mengatakan Ketua Umum Prabowo Subianto bakal maju lagi menjadi calon presiden (capres) 2024. Partai Demokrat (PD) mengingatkan capres 2024 nantinya tak '4L' atau 'lu lagi lu lagi'.

"Kami menghargai sikap politik Partai Gerindra seperti yang disampaikan sekjennya untuk mengajukan kembali Pak Prabowo sebagai calon presiden pada 2024 mendatang. Setiap partai tentu punya strategi tersendiri dalam merespons dinamika politik menghadapi Pemilu 2024," kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, kepada wartawan, Senin (11/10/2021).

Menurut Kamhar, partai politik yang memiliki figur potensial akan berupaya mendorong kader terbaiknya untuk tampil menjadi kontestan dengan harapan mendapatkan efek ekor jas atau coattail effect bagi partainya, apalagi pileg dan pilpres dilaksanakan serentak. Pemikiran seperti itu, kata Kamhar, dimiliki semua partai, termasuk Partai Gerindra.

"Namun bagi Partai Demokrat sendiri, tahun 2021 hingga semester pertama 2022 masih menempatkan konsolidasi internal organisasi dan kerja-kerja nyata bagi masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 sebagai skala prioritas," ujarnya.

Kamhar menjelaskan Partai Demokrat nantinya akan menyampaikan sikap dan keputusan politik partai merespons tahun politik 2024. Sikap itu, menurut Kamhar, menjadikan kondisi internal organisasi sebagai referensi utama serta pemetaan atas dinamika politik eksternal sebagai pertimbangan pengambilan keputusan.

"Harapan kami, pada 2024 nanti tak hanya menghadirkan 2 pasangan calon sebagai kontestan. Ini mesti dihindari agar tak mengulang kembali proses politik yang mengakibatkan pembelahan di masyarakat. Terlalu berisiko dan terlalu mahal harga yang mesti ditanggung sebagai bangsa. Lagi pula banyak kader-kader calon pemimpin bangsa yang potensial," ucapnya.

Panggung politik Indonesia, menurut Kamhar, tidak krisis calon pemimpin. Persoalan saat ini, menurutnya, adalah mengalami krisis politik pada pemberian kesempatan tampilnya calon pemimpin sebagai kontestan.

"Akar persoalannya adalah presidential threshold yang terlalu tinggi. Mestinya disamakan dengan parliamentary threshold sehingga seluruh partai yang telah mendapatkan mandat rakyat sebagai perwakilannya di Senayan berkesempatan untuk mengajukan pasangan calon pada pilpres. Sehingga capresnya tidak 4L (lu lagi lu lagi)," imbuhnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Lihat Video: Survei SMRC: Kejutan Elektabilitas Parpol, Rizieq di Atas Puan

[Gambas:Video 20detik]