Bareskrim Cek Kebenaran Klarifikasi Polda soal Kasus 'Ayah Perkosa 3 Anak'

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 10:42 WIB
Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto
Kabareskrim Komjen Agus Andrianto (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Tim Biro Pengawasan Penyidik (Wassidik) Bareskrim Polri mengecek kebenaran dari klarifikasi yang disampaikan Polda Sulsel soal langkah-langkah penyelidikan kasus diduga 'ayah perkosa tiga anak'. Pengecekan itu dimulai oleh tim Biro Wassidik per hari ini.

"Humas Polda Sulsel sudah memberikan klarifikasi atas viralnya berita tersebut. Kita cek saja apakah langkah-langkah penyelidikan yang dilakukan sesuai dengan klarifikasi yang sudah disampaikan oleh Polda Sulsel," ujar Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto saat dimintai konfirmasi, Senin (11/10/2021).

Terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan tim dari Bareskrim sudah mulai bekerja di Sulsel hari ini. Argo mengatakan perkembangan asistensi dan audit kasus diduga 'ayah perkosa 3 anak' ini akan segera disampaikan.

"Sedang bekerja. Hari ini mulai bertugas. Kalau sudah ada perkembangan nanti disampaikan," kata Argo.

Sebelumnya, Polda Sulsel menanggapi viralnya kasus dugaan pemerkosaan terhadap 3 anak di bawah umur oleh ayahnya yang dihentikan penyelidikannya oleh Polres Luwu Timur. Pelapor adalah ibu dari 3 anak tersebut yang telah berstatus mantan istri terlapor.

Polda menyebut alasan penghentian penyelidikan lantaran tidak ada bukti yang cukup. Ibu dari 3 anak itu mengatakan mantan suaminya memerkosa 3 anak mereka di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

"Ya jadi ini kasus lama ya, kasus itu tidak dilanjutkan, karena penyidik tidak menemukan cukup bukti," kata Kabid Humas Polda Sulsel, E Zulpan, dalam keterangannya, Jumat (8/10).

Zulpan mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), tidak ditemukan adanya tindak pidana pencabulan terhadap tiga bersaudara, AL (8), MR (6), dan AL (4). Jadi, penyelidikan kasus itu diberhentikan untuk sementara sampai ditemukan bukti kuat.

"Tidak ada penetapan tersangka pada proses tersebut, karena saat pendalaman kejadiannya tidak ada bukti yang dapat mendukung tentang terjadinya kejadian tersebut," terangnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.