Diduga Keracunan Usai Makan Nasi Box, Belasan Warga Tangerang Dibawa ke RS

Rakha Arliyanto Darmawan - detikNews
Minggu, 10 Okt 2021 21:28 WIB
Ilustrasi Sakit Maag
Ilustrasi (Foto: shutterstock)
Tangerang -

Dugaan keracunan massal terjadi di Larangan Utara, Larangan, Tangerang, Banten. Sebanyak 13 warga mual-mual diduga keracunan usai menyantap nasi kotak pemberian seorang warga bernama Lina yang tengah menggelar syukuran.

Lurah Larangan Utara, Iwan Subekti mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (9/10) lalu. Di antara 13 orang yang diduga keracunan 3 orang dilarikan ke Puskesmas sedangkan 10 orang lainnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

"(Sebanyak) 3 di Puskesmas 10 Rumah Sakit Bakti Asih. Pada mual ternyata," ujar Iwan saat dikonfirmasi, Minggu (10/10/2021).

Iwan menyebut, kala itu ada seorang warganya yang bernama Lina tengah menggelar pernikahan. Lina pun menyajikan makanan dalam bentuk nasi kotak kepada para tetangga di sekitar kediamannya.

"Keluarga Ibu Lina. Adiknya nikah. Kan dia masak sendiri, masak mie sama ayam dan sop dibikin 30 dus. Bentuk rasa syukur dibagiin di situ. Enggak tau dia bahwa ada racun atau gimana belum tahu," terang Iwan.

Dirinya mengatakan, nasi kotak tersebut diduga terbuat dari bumbu yang sudah kadaluarsa. Lebih lanjut, Iwan menjelaskan ke-13 warga yang sempat dilakukan perawatan kini sudah kembali ke rumah.

"Cuma dugaan dari bumbu kadaluarsa kan racikan itu, beli di Pasar Lembang. (Enggak parah) jadi dikasi obat tinggal nunggu pemulihan doang. Jam 7 malam kemarin sudah clear," tutur Iwan.

Iwan berujar bahwa salah satu nasi kotak itu kini sudah diserahkan ke polisi untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

"Dibawa Polsek Ciledug nasi box," pungkasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kapolsek Ciledug Kompol Poltar Lumban Gaol mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki lebih lanjut terkait sample nasi kota itu. Pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Larangan Utara terkait kejadian tersebut.

"Iya, kita masih cek dulu sampelnya. Lurahnya mau kita komunikasikan dulu. Sudah sembuh semua itu yang paling penting itu yang paling utama," ujar Poltar kepada wartawan, Minggu (10/10).

(lir/lir)