Round-Up

Bareskrim Turun Tangan Usai Kasus 'Ayah Perkosa 3 Anak' Jadi Sorotan

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 09 Okt 2021 20:26 WIB
Ilustrasi Mabes Polri
Gedung Mabes Polri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Polemik penghentian kasus dugaan ayah perkosa 3 anak di bawah umur di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada akhir 2019 menjadi viral. Bareskrim Polri pun turun tangan untuk melakukan asistensi terkait kasus dugaan pencabulan anak itu.

Awalnya desakan agar kasus ayah perkosa 3 anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dibuka kembali bermunculan dari sejumlah pihak. Polisi mengatakan kasus itu dapat dibuka kembali apabila memiliki bukti baru. Beberapa pihak, mulai koalisi masyarakat hingga Senayan, meminta kasus itu dilanjutkan dan diusut hingga tuntas.

Untuk diketahui, polisi menghentikan penyelidikan kasus itu karena tak memenuhi cukup bukti. Polisi mengatakan harus ada bukti baru untuk kembali melanjutkan kasus tersebut.

"Kasus itu dihentikan, di-SP3 (surat perintah penghentian penyidikan), dalam rangka penyelidikan, belum ke tahap penyidikan. Tidak cukup bukti untuk dinaikkan statusnya," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (8/10/2021).

Zulpan menegaskan harus ada bukti baru yang diajukan korban atau keluarga korban untuk melanjutkan kasus itu.

"Bisa dibuka sepanjang ada bukti baru yang dimiliki korban atau keluarga korban, mungkin bisa," tegasnya.

Menurutnya, kasus ini adalah dugaan pencabulan. Salah satu bukti utama yang harus didapatkan adalah hasil visum. Pada kasus ini, hasil pemeriksaan di rumah sakit tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pencabulan.

"Sudah dilakukan visum dua kali. Pertama di Puskesmas Malili. Ibu korban tidak puas hasilnya, lalu dilakukan visum kedua di RS Bhayangkara. Hasilnya tidak ada kerusakan pada kemaluan ketiga anaknya," terang dia.

Sejumlah pihak lalu mengusulkan agar kasus dugaan ayah perkosa 3 anak di Luwu Timur dilanjutkan kembali. Desakan terhadap kepolisian salah satunya disuarakan oleh Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (KOMPAKS), jaringan masyarakat sipil yang terdiri atas 101 platform kolektif maupun organisasi dengan isu kemanusiaan dan keberagaman, terutama kekerasan seksual.

"Polres Luwu Timur untuk segera mencabut surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dan mengusut ulang penyelidikan kasus perkosaan dengan mengutamakan perspektif korban, yaitu mengedepankan hak perlindungan dan hak pemulihan korban dan keluarga korban, serta melakukan penanganan kasus secara transparan berdasar pada laporan korban dan bukti-bukti yang sudah disediakan oleh korban," demikian bunyi salah satu tuntutan KOMPAKS yang disampaikan lewat pernyataan sikap tertulis, Jumat (8/10/2021).

Bareskrim Polri mengirimkan tim ke Sulsel terkait kasus dugaan ayah perkosa 3 anak itu. Selengkapnya di halaman selanjutnya.

Tonton juga Video: 2 Pelaku Pemerkosaan Gadis 14 Tahun di Apartemen Makassar Dibekuk

[Gambas:Video 20detik]