ADVERTISEMENT

'Ayah Perkosa 3 Anak', LBH Pernah Laporkan P2TP2A Luwu Timur ke 3 Lembaga

Hermawan Mappiwali - detikNews
Sabtu, 09 Okt 2021 19:24 WIB
Self defense, studio portrait of scared woman raising hands up in defense
Ilustrasi pelecehan seksual (Foto: Getty Images/iStockphoto/triocean)
Jakarta -

LBH Makassar mengaku pernah melaporkan Dinas P2TP2A Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), ke tiga lembaga buntut penyelidikan kasus ayah perkosa 3 anak dihentikan polisi. LBH Makassar menuding P2TP2A tidak profesional mendampingi para korban.

"Kami mengadukan (P2TP2A Luwu Timur) ke tiga lembaga," ujar Ketua Divisi Perempuan Anak dan Disabilitas LBH Makassar Resky Pratiwi saat jumpa pers di kantornya, Sabtu (9/10/2021).

Tiga lembaga tersebut adalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Bupati Luwu Timur, dan Ombudsman RI Kantor Perwakilan Sulsel.

"Yang dari Kemen PPPA ditindaklanjuti, merekomendasikan kepada PPPA provinsi untuk mengklarifikasi terhadap pengaduan kami dan juga untuk memberikan pemulihan terhadap para korban," ungkap Resky.

Sementara itu, Ombudsman, kata Resky, merespons dengan memanggil pihak terlapor. Namun ia belum mendapat informasikan lebih lanjut terkait apa hasil pemanggilan terhadap P2TP2A Luwu Timur tersebut.

"Kemudian yang terakhir, Bupati Luwu Timur, kami belum menerima informasi terhadap laporan yang ini," ungkap Resky.

Untuk diketahui, pelaporan P2TP2A Luwu Timur itu seluruhnya dilakukan pihak LBH Makassar pada Juli 2020.


P2TP2A Luwu Timur Dianggap Berpihak ke Terlapor

Resky juga menyinggung hasil asesmen P2TP2A Luwu Timur yang menyebut tidak ada trauma pada diri korban. Dia menilai hasil asesmen ini tak menyalahi prosedur.

"Dokumen asesmen tersebut berasal dari proses yang berpihak pada terlapor," kata Resky.

Menurut Resky, kesalahan prosedur itu dilihat pada langkah P2TP2A Luwu Timur yang mempertemukan para korban dengan terlapor. Langkah mempertemukan tersebut dilakukan saat pertama kali ibu korban meminta perlindungan ke P2TP2A Luwu Timur.

"Petugas (P2TP2A) yang menerima laporan memiliki konflik kepentingan karena pertemanan dengan terlapor sebagai sesama ASN," ungkap Resky.

Simak video 'Polri Persilakan Keluarga Korban Kasus '3 Anak Saya Diperkosa' Bantu Cari Bukti':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT