Koster Curhat ke Yasonna soal Aturan Minuman Alkohol-Garam Beryodium

Sui Suadnyana - detikNews
Sabtu, 09 Okt 2021 00:06 WIB
Gubernur Bali, Wayan Koster
Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster (Dok. Kemenkumham)

Koster Curhat Aturan Garam Beryodium

Tak hanya itu, Koster juga mengaku baru mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali. Kebijakan ini baru dikeluarkan pada 28 September yang lalu.

Kebijakan itu dia keluarkan mencermati beberapa wilayah di Bali seperti Karangasem, Jembrana, Buleleng dan Klungkung yang sangat terkenal dengan rasa garamnya. Garam ini sampai diekspor ke Jepang, Korea dan Amerika.

Namun, tak bisa masuk pasar swalayan di Bali. Sebab ada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 69 Tahun 1994 tentang Pengadaan Garam Beriodium dan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 59/M-IND/PER/11/2013 tahun 2013 tentang perubahan atas Permenperin Nomor 10/M-IND/PER/2/2013 tentang Penunjukan Lembaqa Penilaian Kesesuaian Dalam Rangka Pemberlakuan Dan Pengawasan Standar Nasional Indonesia (SNI) Garam Konsumsi Beryodium Secara Wajib.

"Lucunya kita punya Keppres Nomor 69 tahun 94 tentang Garam Beryodium. Terus ada Peraturan Menteri Perindustrian yang secara wajib menggunakan garam beryodium. Apa akibatnya, garam lokal tradisional Bali nggak bisa dijual di pasar swalayan, pasar modern," jelasnya

"Masa produk yang sudah bisa diekspor malah kita menggunakan barang impor. Ini kan enggak bener ini, Pak Menteri ini tolong diberesin Pak," pintanya.

Koster mengatakan, dirinya sudah menyampaikan perihal aturan garam beryodium ini kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Menteri Perindustrian (Menperin) agar merevisi Keppres tersebut.

"Kok garam tradisional Bali diminati oleh luar negeri, dipakai oleh hotel bintang 5, loh kok pasar modern kita di sini nggak boleh gara-gara harus ada SNI. SNI ini juga akal-akalan ini. Ini saya yakin akal-akalan mafia impor ini. Asli ini akal-akalan mafia impor Pak Menteri, penyakit kita salah satunya itu yang harus kita beresin ini," paparnya.

Sementara itu, Menkumham Yasona Laoly berjanji akan membantu Koster dalam mengharmonisasi aturan soal garam beryodium. Pihaknya tinggal menunggu Koster untuk bersurat kepada Menperin dan Mensesneg.

"Tadi Pak Gubernur menyampaikan tentang garam, yang kita justru garam beryodium dengan alasan gondok lah dan lain-lain. Sebetulnya ini ada sindikat-sindikat apalah ini. Dan pasti kalau Pak Gubernur sudah menyurati dan menyampaikan kepada Pak Menteri Perindustrian juga Pak Mensesneg, kami akan siap membantu untuk mengharmonisasi supaya ini cepat dilakukan," jelas Yasona.


(zap/zap)