Bareskrim Koordinasi Pindahkan Irjen Napoleon ke LP Cipinang

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 15:34 WIB
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto
Kabareskrim Komjen Agus Andrianto (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri berencana memindahkan terdakwa kasus suap red notice Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte, dari Rutan Mabes Polri ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang. Pemindahan itu dilayangkan lantaran Irjen Napoleon kerap berulah di tahanan.

"Tahanan hakim sedang kita koordinasi untuk dipindahkan ke Lapas Cipinang," ujar Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto kepada wartawan, Jumat (8/10/2021).

Agus menjelaskan, Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipidkor) Bareskrim Brigjen Djoko Purwanto sedang melakukan koordinasi untuk pemindahan tersebut. Namun Agus belum merinci lebih lanjut kapan Irjen Napoleon akan dipindahkan.

"Sedang dikoordinasikan oleh Dirtipidkor," imbuhnya.

Seperti diketahui, Napoleon belakangan ini membikin ulah di Rutan Bareskrim Polri. Salah satu ulahnya adalah insiden penganiayaan terhadap Muhammad Kece atau Kace yang terjadi pada 26 Agustus 2021. M Kace dianiaya Napoleon dkk di dalam Rutan Bareskrim saat Kace mendekam di penjara pada malam pertamanya.

M Kace pun melaporkan penganiayaan itu ke Bareskrim Polri dengan laporan polisi (LP) yang terdaftar bernomor LP:0510/VIII/2021/Bareskrim pada 26 Agustus 2021 atas nama Muhamad Kosman. Polisi pun melakukan penyidikan untuk membuat terang kasus tersebut.

Polisi mengatakan Napoleon tak hanya memukul Kace. Napoleon juga melumuri wajah dan dan tubuh Kace dengan kotoran manusia yang telah disiapkan sendiri oleh Napoleon.

"Wajah dan tubuh korban dilumurin dengan kotoran manusia oleh pelaku," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Minggu (19/9).

Ulah selanjutnya, Irje Napoleon melakukan intimidasi terhadap tersangka kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Tommy Sumardi. Tommy diancam akan dibunuh oleh Napoleon.

"Diancam lewat orang, diancam dibunuh, lewat pengakuan Pak Tommy ya, (dikabarkan) lewat tahanan yang lain, pas masuk (rutan) diancam dibunuh," ujar kuasa hukum Tommy Sumardi, Dion Pongkor, kepada detikcom, Kamis (7/10).

Dion mengatakan Tommy tidak dianiaya di dalam rutan, hanya diancam akan dibunuh. Ancaman itu datang, kata Dion, karena Tommy dianggap sebagai biang keladi tertangkapnya Irjen Napoleon dalam kasus suap itu.

Simak juga video 'Polri Sebut Kece Tak Cabut Laporan, Cuma Minta Maaf ke Irjen Napoleon':

[Gambas:Video 20detik]

(mae/mae)