Puskesmas Jakbar Buka Suara soal Viral Bidan Diduga Lecehkan Bumil

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 13:27 WIB
Puskesmas Tambora, Jakbar
Puskesmas Tambora, Jakbar (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Kepala Puskesmas Tambora, Jakarta Barat (Jakbar), Kristiani buka suara terkait dugaan pelecehan kepada seorang ibu hamil (bumil) yang dilakukan bidan yang viral di media sosial. Dia mengatakan masalah itu ditangani langsung oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Iya, ini sebenarnya sudah ditangani oleh Dinas Kesehatan," kata Kristiani saat ditemui di kantornya, Jumat (8/10/2021).

Namun Kristiani enggan berkomentar lebih jauh soal benar atau tidaknya kejadian tersebut. Dia mengatakan keterangan terkait dugaan pelecehan terhadap ibu hamil oleh bidan itu akan disampaikan instansi lain.

"Sebenarnya bukan kita tidak mau bicara. Sudah ada pihak dari instansi yang mau menyampaikan, gitu aja," ujar Kristiani

Namun soal keharusan ibu hamil didampingi suami saat melahirkan agar dapat menggunakan BPJS dibantah Kristiani. Dia menegaskan yang terpenting ibu hamil didampingi seseorang untuk mengurus administrasi, di saat ibu hamil tersebut sedang mendapat tindakan medis.

"Nggak (harus ada suami). Jadi harus merujuk harus ada pendamping yang bertanggung jawab untuk administrasi. Itu saja ya," katanya.

"Unsurnya kami bekerja sama atas keselamatan jiwa si pasien," sambungnya.

Selanjutnya, terkait narasi dugaan pelecehan verbal terhadap ibu hamil yang dilakukan oleh bidan di puskesmas tersebut, dia tidak mau bicara lebih banyak. Kristiani menyerahkan seluruhnya kepada dinas kesehatan terkait.

"Biar dinas saja yang menyampaikan. Saya hanya melakukan pelayanan, orang (ibu hamil) ini sudah dilayani sejak awal sampai sekarang dengan baik. Hubungan saya dengannya baik-baik saja," jelas Kristiani.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku prihatin atas kejadian viral bidan di puskesmas Jakarta Barat yang diduga melecehkan seorang ibu hamil (bumil) secara verbal. Dia memastikan kasus tersebut akan diusut tuntas.

"Itu sedang diperiksa, kami prihatin. Mudah-mudahan nggak terjadi lagi," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (7/10).

Simak berita lengkapnya di halaman berikutnya.