Dinkes DKI Telusuri Viral Bidan Lecehkan Bumil di Puskesmas Jakbar

Tiara Aliya - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 15:54 WIB
Silhouette of pregnant woman
Ilustrasi ibu hamil (Foto: iStock)
Jakarta -

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menelusuri kebenaran informasi viral mengenai bidan di salah satu puskesmas yang diduga melecehkan seorang ibu hamil (bumil) yang hendak melahirkan. Peristiwa itu diduga terjadi di salah satu puskesmas di Jakarta Barat (Jakbar).

"Tim kami sedang turun lapangan untuk telusur dan konfirmasi terhadap fakta lapangan yang terjadi," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes DKI Jakarta Purwadi kepada wartawan, Rabu (6/10/2021).

Purwadi mengatakan saat ini tim dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat sudah bergerak ke lapangan. Dinkes DKI pun memastikan akan memberikan sanksi kepada tenaga kesehatan tersebut jika informasi yang viral di media sosial itu terbukti adanya.

"Kami nanti menunggu segera laporan dari teman-teman Suku Dinas Kesehatan yang sedang turun ke lapangan. Pastinya kami dalam koridor pembinaan terhadap tenaga kesehatan tetap akan melakukan penegakan disiplin pegawai, termasuk kepada tenaga kesehatan dengan standar kompetensi yang ada, termasuk terkait dengan aspek etiknya. Nah, aspek etik ini tentunya nanti kami juga akan melibatkan profesi-profesi dalam hal pembinaan, termasuk sanksinya sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada," tuturnya.

Purwadi melanjutkan, jika terbukti melakukan pelecehan verbal, sanksi akan diberikan tanpa memandang status kepegawaian tenaga kesehatan tersebut. Dia mengungkapkan sanksi terberat ialah pencabutan surat tanda registrasi (STR) sementara.

"Kami tidak mendikotomi status pegawai karena bagaimanapun itu dalam konteks ini sebagai tenaga kesehatan yang tentunya dalam pelayanan standar perilaku dan disiplinnya yang harus kita sama-sama kawal dan tegakkan," ujar Purwadi.

Lebih lanjut Dinkes DKI juga menyayangkan peristiwa pelecehan verbal yang dilakukan oleh oknum nakesnya. Dia pun memastikan akan mengusut tuntas kasus ini.

"Kami juga ikut prihatin dan sesungguhnya ini kan sudah di luar aspek kepatutan dalam konteks itu dalam fakta yang sebenarnya," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Satgas Covid-19 Sesali Insiden Penyerangan Nakes di Papua':

[Gambas:Video 20detik]