Viral Bumil Diduga Dilecehkan Bidan di Puskesmas Jakbar, Wagub DKI Prihatin

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 18:38 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku prihatin atas kejadian viral bidan di puskesmas Jakarta Barat yang diduga melecehkan seorang ibu hamil (bumil) secara verbal. Dia memastikan kasus tersebut akan diusut tuntas.

"Itu sedang diperiksa, kami prihatin. Mudah-mudahan nggak terjadi lagi," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (7/10/2021)

Riza memastikan akan ada sanksi berat jika oknum bidan tersebut terbukti melecehkan bumil yang hendak melahirkan. Ke depan, dia meminta agar peristiwa serupa tak terulang.

"Tentu ada sanksinya," tegasnya.

"Mudah-mudahan itu tidak benar terjadi," lanjutnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta sebelumnya tengah menelusuri kebenaran informasi viral mengenai bidan di salah satu puskesmas yang diduga melecehkan seorang ibu hamil (bumil) yang hendak melahirkan. Peristiwa itu diduga terjadi di salah satu puskesmas di Jakarta Barat (Jakbar).

"Tim kami sedang turun lapangan untuk telusur dan konfirmasi terhadap fakta lapangan yang terjadi," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes DKI Jakarta Purwadi kepada wartawan, Rabu (6/10/2021).

Purwadi mengatakan saat ini tim dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat sudah bergerak ke lapangan. Dinkes DKI pun memastikan akan memberikan sanksi kepada tenaga kesehatan tersebut jika informasi yang viral di media sosial itu terbukti adanya.

"Kami nanti menunggu segera laporan dari teman-teman Suku Dinas Kesehatan yang sedang turun ke lapangan. Pastinya kami dalam koridor pembinaan terhadap tenaga kesehatan tetap akan melakukan penegakan disiplin pegawai, termasuk kepada tenaga kesehatan dengan standar kompetensi yang ada, termasuk terkait dengan aspek etiknya. Nah, aspek etik ini tentunya nanti kami juga akan melibatkan profesi-profesi dalam hal pembinaan, termasuk sanksinya sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada," tuturnya.

Purwadi melanjutkan, jika terbukti melakukan pelecehan verbal, sanksi akan diberikan tanpa memandang status kepegawaian tenaga kesehatan tersebut. Dia mengungkapkan sanksi terberat ialah pencabutan surat tanda registrasi (STR) sementara.

"Kami tidak mendikotomi status pegawai karena bagaimanapun itu dalam konteks ini sebagai tenaga kesehatan yang tentunya dalam pelayanan standar perilaku dan disiplinnya yang harus kita sama-sama kawal dan tegakkan," ujar Purwadi.

Lihat juga video 'Ibu Ini Relakan Anak Kandungnya Disetubuhi Dukun Demi Cepat Kaya':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)