Polisi Minta Bukti Baru 'Ayah Perkosa 3 Anak', LBH: Buka Dulu Kasusnya

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 11:12 WIB
Ilustrasi kekerasan anak Bullying
Foto: Ilustrasi Kekerasan anak (Ilustrasi oleh Edi Wahyono)
Makassar -

Polri mengatakan penyelidikan kasus 'tiga anak saya diperkosa' di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), bisa dibuka kembali saat ditemukan bukti baru. LBH Makassar selaku penasehat hukum korban menyebut justru polisi harus membuka kembali penyelidikan untuk menemukan bukti baru.

"Kami juga terbatas sebagai tim penasihat hukum. Kami nggak bisa misalnya memanggil orang toh. Memeriksa, mengambil keterangan kan nggak bisa," kata Ketua Divisi Perempuan Anak dan Disabilitas LBH Makassar, Resky Pratiwi kepada detikcom, Jumat (8/10/2021).

Sebaliknya, kata Resky, penyidik memiliki kewenangan penuh dalam penyelidikan untuk bisa melanjutkan kasus 'tiga anak saya diperkosa' ini ke tahap penyidikan. Namun penyidik dinilai justru terlalu prematur menghentikan penyelidikan.

"Jadi buka dulu kasusnya kemudian lengkapi bukti-bukti. Baru bisa dikatakan bukti baru ketika penyelidikannya dibuka kembali dan dilakukan proses pengumpulan alat bukti," tutur Resky.

Yang bisa dilakukan LBH Makassar selaku tim penasihat hukum korban, sebut Resky, adalah memberi dukungan ke penyidik.

"Tim kuasa hukum ini kan bisa memberikan, bisa bekerja sama dengan penyidik untuk melengkapi alat buktinya. Jadi kita bisa berdiskusi, mengajukan bukti atau petunjuk yang mendukung," kata Resky.

"Tapi sekali lagi yang punya kewenangan untuk mengambil alat bukti, itu yang punya kewenangan kan penyidik," lanjut dia.


Polisi Disebut Abaikan Bukti Petunjuk

Resky juga mengingatkan penyidik bahwa pada dasarnya pihaknya telah memberikan sejumlah bukti pendukung atau petunjuk di kasus 'tiga anak saya diperkosa'.

Sebagai contoh, kata dia, penyidik mengaku tak menemukan tanda-tanda kekerasan pada alat vital korban sehingga menjadi salah satu dasar penyidik tak melanjutkan kasus ini.

"Kalau misalnya tidak ada luka yang diterangkan di dalam visum, tidak ada tanda kekerasan, bukan berarti kekerasan seksual tidak terjadi," kata Resky.

Simak berita lengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan video 'Polri Buka Suara soal Penghentian Kasus 'Tiga Anak Saya Diperkosa'':

[Gambas:Video 20detik]