Saiful Mahdi Dapat Amnesti, Rektor USK: Harusnya Selesai Kalau Minta Maaf

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 11:47 WIB
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh (Agus-detik)
Universitas Syiah Kuala, Aceh (Agus/detikcom)
Banda Aceh -

Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui pemberian amnesti atau pengampunan kepada dosen Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, Saiful Mahdi, yang dibui gegara kritik kampus. Rektor USK Samsul Rizal menyebut amnesti memang hak Presiden.

"Ini kan salah satu hak Presiden untuk memberikan amnesti," kata Samsul saat dimintai konfirmasi, Kamis (7/10/2021).

Saiful divonis bersalah melanggar UU ITE dan dijatuhi hukuman 3 bulan penjara. Kasasi Saiful ditolak dan kini dosen Fakultas MIPA tersebut mendekam di LP Banda Aceh.

"SM sudah diputuskan bersalah dalam hal ini. Kalau amnesti kan sudah mengaku bersalah dan meminta amnesti," jelas Samsul.

Menurutnya, komisi senat USK telah meminta Saiful menyampaikan permintaan maaf di grup WA tempat dia membuat postingan yang dianggap menuduh Dekan Fakultas Teknik berbuat salah dalam seleksi CPNS. Menurut Samsul, kasus ini harusnya sudah selesai dari dulu jika Saiful minta maaf.

"Harusnya dari dulu sudah selesai kalau dia minta maaf," ujar Samsul.

Sebelumnya, Mahfud Md mengatakan Jokowi telah menyetujui pemberian amnesti kepada Saiful Mahdi yang mengkritik kampus. Pemberian amnesti tinggal menunggu proses di DPR.

"Alhamdulillah kita bekerja cepat, karena setelah dialog saya dengan istri Saiful Mahdi dan para pengacaranya tanggal 21 September, besoknya saya rapat dengan pimpinan Kemenkumham dan pimpinan Kejaksaan Agung, dan saya katakan kita akan mengusulkan kepada Presiden untuk memberikan amnesti kepada Saiful Mahdi. Lalu tanggal 24 saya lapor ke Presiden, dan Bapak Presiden setuju untuk memberikan amnesti," kata Mahfud kepada wartawan, Selasa (5/10).

Lihat juga Video: Tolak Hukuman Mati Bagi Koruptor, Amnesty: Tak Manusiawi

[Gambas:Video 20detik]