Waket MPR Puji Fenomena Warga Bantu Warga Selama Masa Pandemi

Eqqi Syahputra - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 19:05 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengungkapkan museum memiliki kemampuan untuk membangkitkan kembali idealisme dan nasionalisme bangsa Indonesia.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengungkapkan selama pandemi COVID-19 melanda, warga Indonesia mengalami banyak kemajuan perilaku yang sangat mencerminkan nilai luhur bangsa yang tinggi seperti toleransi dan rasa kebersamaan.

Dia mengaku sering melihat di televisi dan media sosial perilaku solidaritas luar biasa tersebut, seperti sekelompok warga menyediakan bahan makanan, sayuran, buah-buahan digantung di perempatan gang untuk warga yang juga membutuhkan secara gratis.

"Lalu, ada lagi kebiasaan jika ada warga sedang melakukan isolasi mandiri (isoman), maka para tetangganya akan membantu menyediakan semua keperluannya," ujar Rerie sapaan akrab dalam keterangannya, Rabu (6/10/2021).

Rerie melanjutkan padahal kelompok warga tersebut juga terkena dampak pandemi. Tapi, mereka terjun langsung membantu masyarakat yang lebih buruk kondisinya karena situasi yang memang sangat sulit.

"Mereka patut diapresiasi dan diteladani, karena telah mengimplementasikan nilai-nilai luhur bangsa baik disadari ataupun tanpa disadari. Fenomena inilah yang kita harapkan terjadi dan meluas selama pandemi," ujar Rerie.

Dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertema: Nahdlatul Ulama Kokoh dan Mandiri, Indonesia Makin Jaya itu, Pimpinan MPR dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini menambahkan ia sudah mengetahui jauh-jauh hari mengenai fenomena prilaku toleransi dan kebersamaan ini, tepatnya di bulan Juni tahun 2020 lalu melalui kegiatan jajak pendapat yang diinisiasinya untuk mengetahui sejauh mana pemahaman rakyat seputar pandemi.

"Secara garis besar hasilnya adalah, ternyata masyarakat sudah sangat memahami bahwa pandemi ini akan berdampak negatif kepada rakyat secara luas. Salah satu upaya yang mesti dilakukan untuk menghadapi dan meminimalisir dampak dengan saling membantu, saling menguatkan dan mempertebal kebersamaan," terang Rerie.

Lebih lanjut, dia menegaskan nilai-nilai luhur bangsa sebenarnya sudah tertanam dalam diri dan menjadi karakter setiap anak bangsa yang berasal dari kearifan lokal, diajarkan oleh para leluhur bangsa yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi sampai sekarang.

"Jadi tak aneh, rakyat Indonesia akan mudah tergerak hatinya untuk membantu saat melihat saudara setanah airnya dalam kesulitan," jelasnya.

Tak lupa, dia juga mengajak seluruh elemen bangsa mulai dari pemerintah dan rakyat untuk lebih meningkatkan upaya bersama-sama, saling mendorong dan saling mendukung dalam menghadapi pandemi.

"Kebersamaan tersebut terbukti menunjukkan hasil. Saat ini, kasus positif COVID-19 menunjukkan penurunan. Jika kondisi ini dipertahankan dan ditingkatkan lagi, saya yakin penurunan kasus akan terus berjalan sampai menghilang. Sekali lagi mari kita bergandeng tangan, teguhkanlah hati yakinlah badai pasti berlalu berganti dengan munculnya sinar mentari, udara segar dan pelangi yang berwarna untuk bangsa Indonesia," pungkas Rerie.

Dalam acara tersebut, turut hadir Anggota MPR Fraksi NasDem Aminurokhman, Mustasyar PCNU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo KH. Munir Kholili, Rais Syuriah PCNU KH. Abdul Wasik Hannan, Ketua PCNU KH. Shihabuddin Sholeh, dan pengurus PCNU serta masyarakat sekitar sebagai peserta.

(akd/ega)