Wakil Ketua MPR Semangati Para Santri agar Giat Belajar di Masa Pandemi

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 11:01 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lesari Moerdijat
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat berpesan agar para santri tak surut semangat meski belajar di tengah situasi pandemi. Ia mengatakan kemajuan Indonesia sangat bergantung pada generasi penerus yang terpelajar.

Hal itu diungkapkannya saat hadir pada acara talk show bertema 'Indonesia Harmoni dengan Bersholawat' bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Masjid Bustanul 'Asyiqin Majelis Ahbaabul Musthofa Kota Surakarta, Selasa (5/10).

"Bagi para santri dan santriwati teruslah belajar menuntut ilmu, meski di saat proses belajar menemukan berbagai kendala. Dengan gigih belajar, lambat laun kita bisa membentuk bangsa yang lebih baik di masa depan," ujar Lestari dalam keterangan tertulis, Rabu (6/10/2021).

Lestari menyatakan di masa yang penuh ketidakpastian seperti saat ini peran masyarakat terpelajar sangat dibutuhkan agar mampu menjawab berbagai tantangan.

Dalam talk show tersebut, sejumlah peserta menyampaikan aspirasi terkait dampak pandemi terhadap kegiatan belajar mengajar di daerahnya. Antara lain kendala belajar daring, pembiayaan belajar para santri, dan operasional lembaga pendidikan swasta yang terhambat karena orang tua murid banyak yang tidak mampu lagi membayar biaya pendidikan.

Lestari yang juga anggota Komisi X DPR RI, mengungkapkan bila pandemi sudah bisa dikendalikan, belajar tatap muka baru bisa dimulai kembali. Untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam mendidik putra-putrinya di rumah, Lestari menawarkan tutorial bahan ajar secara daring. Sementara itu, untuk membantu pendanaan pendidikan yang menjadi hambatan sejumlah keluarga pascapandemi, ia berencana mengajak sejumlah pihak swasta untuk ikut memberi bantuan.

Pada kesempatan itu Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaff berpesan agar selama hidup di dunia ini manusia selalu mencari rida Allah dan terus mendoakan bangsa ini agar di masa depan lebih baik dari pada masa lalu.

"Kita harus menjadi manusia-manusia yang mendoakan bangsa ke depan menjadi bangsa yang lebih beradab menuju Indonesia hebat, Indonesia kuat dan Indonesia nikmat," seru Habib Syech Abdul Qodir.

Ia berharap agar pendidikan adab dan akhlak diajarkan kembali di sekolah untuk membentuk bangsa yang lebih baik di masa datang. Menurutnya Indonesia di masa depan harus menjadi bangsa yang kuat lewat kolaborasi semua elemen bangsa, seperti antara lain politisi, TNI/Polri, wartawan, termasuk kaum perempuan.

(prf/ega)