2 Oknum Polisi Diadukan ke Propam Polda Metro soal Hak Asuh Anak

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 16:35 WIB
Gedung Mapolda Metro Jaya
Polda Metro Jaya (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Seorang perempuan berinisial A melaporkan dua oknum polisi ke Propam Polda Metro Jaya. Kedua oknum polisi itu dilaporkan karena diduga menghalangi dirinya bertemu dengan anak kandungnya.

"Ya betul, mereka (dua oknum kepolisian). Saya nggak dibolehin lagi untuk jenguk anak saya, bahkan untuk main sampai video call nggak boleh. (Untuk melaporkan) pembatasan akses untuk bertemu anak saya sama keterlibatan anggota," ujar A kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (6/10/2021).

A mengaku sudah satu tahun tidak dapat bertemu dengan anak kandungnya yang masih berusia 4 tahun. Dirinya mengatakan anaknya kini tinggal bersama mantan suami berinisial AT.

"Saya nggak bisa ketemu anak saya sudah satu tahun. Jadi anak saya diambil sama mantan suami saya," papar A.

A mengaku tidak mengetahui alasan dirinya selama ini kerap dihalangi untuk bertemu anaknya. Terlebih A juga mengatakan ada upaya dari oknum kepolisian untuk menghalangi dirinya bertemu dengan buah hatinya itu.

"Saya belum tahu motifnya seperti apa. Bahkan ketemu nggak boleh. Yang saya sayangkan banget kenapa ada oknum dari Polri ikut-ikutan untuk halangi saat ketemu anak saya," tutur A.

A juga mengaku pernah diintimidasi oleh pihak yang mengaku berasal dari intelijen negara. A pernah dikirim jepretan dirinya sendiri oleh orang yang tak dikenal.

"Selama ini ada yang ngaku dari intelijen negara kirim foto saya dari tampak depan samping dan belakang. Saya nggak tahu," ungkap A.

Akibat kejadian itu, A membuat laporan ke Polda Metro Jaya serta membuat laporan ke Propam terkait keterlibatan dua oknum polisi tersebut. Namun A enggan menyebut asal kesatuan dua oknum polisi itu.

"Masih diselidiki Propam, jadi saya nggak bisa bicara banyak di sini untuk kesatuan segala macem," ucap A.

Laporan A diterima di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya dengan nomor, TBL/4.828/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA dan laporan keduanya diajukan ke Propam Polda Metro Jaya dengan nomor, SPSP2/3519/IX/2021/2021/Bagyanduan.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya