Cegah Konflik Yahukimo Meluas, TNI-Polri di Jayawijaya Gandeng Tokoh Masyarakat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 12:53 WIB
TNI-Polri gandeng masyarakat di Jayawijaya
TNI-Polri menggandeng masyarakat di Jayawijaya. (Foto: dok. TNI AD)
Jakarta -

TNI-Polri terus berupaya mencegah meluasnya konflik antarsuku yang terjadi di Yahukimo ke wilayah lainnya di Papua. TNI-Polri di wilayah Jayawijaya menggandeng tokoh masyarakat untuk mengajak masyarakat menahan diri.

Kodim 1702/Jayawijaya bersama Polres Jayawijaya menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat asal Kabupaten Yahukimo dari suku Kimyal, suku Mex, dan suku Yali. Pertemuan dilaksanakan di Asrama Pelajar Suku Yali, Kampung Karu Jaya, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya.

TNI-Polri gandeng masyarakat di JayawijayaTNI-Polri menggandeng masyarakat di Jayawijaya (Foto: dok. TNI AD)

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf AB Situmeang dalam pertemuan ini menyampaikan agar masyarakat dari tiga suku dapat menahan diri dan tidak terpengaruh oleh situasi yang sedang terjadi di Kabupaten Yahukimo.

"Kita semua berharap agar konflik yang sedang terjadi di Kabupaten Yahukimo dapat segera terselesaikan dan tidak meluas hingga ke daerah-daerah lain terutama di Kabupaten Jayawijaya," kata Letkol AB Situmeang dalam keterangan tertulis dari Penerangan Korem 172/PWY yang dilihat detikcom, Selasa (5/10/2021),

"Untuk itu, kami berharap masyarakat dan mahasiswa dapat bekerja sama dengan aparat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jayawijaya," sambungnya.

Kepada mahasiswa, Letkol AB Situmeang berpesan agar memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu di Wamena.

TNI-Polri gandeng masyarakat di JayawijayaTNI-Polri menggandeng masyarakat di Jayawijaya (Foto: dok. TNI AD)

"Manfaatkan waktu untuk belajar dan belajar sehingga ke depan dapat kembali dan membangun Kabupaten Yahukimo yang lebih maju, damai, dan sejahtera. Sebab, kalian adalah generasi-generasi yang akan mengisi kursi kepemimpinan yang akan datang," imbuhnya.

Salah satu masyarakat suku Yali, Asi Sobolim, berterima kasih kepada Dandim dan Kapolres Jayawijaya yang telah memberikan perhatian terkait dengan konflik di Kabupaten Yahukimo.

"Kami masyarakat dari Kabupaten Yahukimo menginginkan kedamaian di Kabupaten Jayawijaya dan tidak mau terjadi konflik. Kami akan melaporkan kepada Dandim dan Kapolres apabila ada pihak-pihak yang sengaja memprovokasi masyarakat, membuat isu maupun informasi bohong atau hoax untuk menciptakan situasi yang tidak kondusif," ujar Asi Sobolim.

Kerusuhan antarsuku di Yahukimo terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (3/10), sekitar pukul 12.45 WIT. Kerusuhan Yahukimo menyebabkan enam orang tewas dan 41 orang mengalami luka-luka.

(hri/fjp)