Damkar Evakuasi Ibu Hendak Melahirkan di Jakbar, Bayi Meninggal Usai Lahir

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 11:45 WIB
Damkar Jabar evakuasi ibu hamil yang melahirkan (Dok.Damkar Jakbar)
Damkar Jabar mengevakuasi ibu hamil yang melahirkan. (Dok. Damkar Jakbar)
Jakarta -

Seorang ibu hamil yang hendak melahirkan di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, dievakuasi petugas pemadam kebakaran (damkar). Ibu hamil itu dievakuasi karena tidak bisa menuruni tangga kontrakannya.

Humas Guklarmat DKI Jakarta Mulat Wijayanto menyampaikan peristiwa itu terjadi Selasa (5/10/2021), pukul 09.55 WIB. Tangga kontrakan tempat ibu hamil tinggal diketahui curam dan sempit.

"Orang melahirkan, tidak bisa turun dari lantai dua kontrakan karena tangga curam kemiringan kurang-lebih 45 derajat dan sempit," kata Mulat dalam keterangannya, Rabu (6/10)

Dihubungi terpisah, Ketua RW setempat, H Gocang, mengatakan proses persalinan ibu hamil berlangsung di rumah kontrakannya sendirian tanpa diketahui warga sekitar. Bayi laki-laki yang dilahirkan ibu tersebut meninggal saat persalinan.

"Anaknya meninggal pas persalinan," kata Gocang.

Gocang menuturkan lantai dua kontrakan yang ditempati ibu hamil itu berbahan kayu. Saat persalinan, penghuni kontrakan yang berada di bawah melihat ada darah jatuh berceceran.

"Pagi-pagi penghuni kontrakan di bawah nemuin ada ceceran darah, ternyata ibu itu udah melahirkan dan anaknya udah di luar dalam keadaan meninggal. Dia (ibu hamil) tinggal di atas. Lantainya dari kayu. Di atas kamar-kamar, di bawahnya ada lagi," ujarnya.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak RT dan puskesmas. Warga menghubungi Damkar karena korban tidak bisa menuruni anak tangga.

"Lapor, Pak RT, RT lapor puskesmas, puskesmas dateng dibantu persalinan mau diturunkan nggak bisa, akhirnya saya hubungi Damkar," lanjutnya.

Gocang menjelaskan, ibu hamil itu tinggal seorang diri. Warga sekitar, kata Gocang, yang juga tidak mengetahui ibu hamil itu ngontrak di sana.

"Keluarganya nggak ada, dia di situ tiga bulan katanya, tapi nggak lapor RT, sehingga kami di wilayah itu RT/RW nggak ada yang tahu bahwa dia ngontrak di situ," jelasnya.

(mea/mea)