Walkot Mau Perajin Mojokerto Punya Brand Asli Sepatu Lokal

Eqqi Syahputra - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 23:07 WIB
Pemkot Mojokerto
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menginginkan produk yang dihasilkan pengrajin alas kaki atau sepatu memiliki brand asli Kota Mojokerto. Tak hanya itu, ia juga mendorong perajin untuk membuat sepatu ciri khas asli Kota Mojokerto.

Hal itu diungkapkannya kepada puluhan peserta inkubasi saat meninjau inkubasi Wirausaha Sepatu di Gedung Workshop Alas Kaki Kota Mojokerto, Jalan Surodinawan kemarin.

"Sangat disayangkan jika kerajinan alas kaki yang telah lama menjadi sektor unggulan Kota Mojokerto sejak tahun 1995 ini di jual tanpa brand asli Kota Mojokerto," ujar Ning Ita, sapaannya, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/10/2021).

Ning Ita menambahkan meskipun Kota Mojokerto sudah terkenal menjadi sentra kerajinan alas kaki, khususnya sepatu, namun selama ini warga Kota Mojokerto lebih senang menjualnya secara grosir tanpa brand asli Kota Mojokerto.

"Nah, saya ingin ke depan peserta inkubasi wirausaha ini akan bisa membuat serta menjual sepatu dengan brand asli Kota Mojokerto" tambah Ning Ita.

Lebih lanjut ia mengatakan selain memberikan pelatihan, Pemkot Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMperindag) juga akan memberikan pendampingan selama enam bulan, serta modal usaha untuk peserta inkubasi wirausaha sepatu hingga peserta memiliki penghasilan.

"Saat ini Kota Mojokerto sedang mempersiapkan diri menjadi Kota Pariwisata, kami sudah menyiapkan beberapa tempat yang akan dijadikan tempat penjualan oleh-oleh khas Kota Mojokerto, salah satunya produk sepatu ini" tutur Ning Ita.

Sementara itu, Kepala DiskopUKMperindag Kota Mojokerto, Ani wijaya, mengungkapkan ke 75 peserta inkubasi wirausaha sepatu yang dibagi menjadi 2 gelombang ini akan diberikan materi dan praktek selama 1 minggu ke depan dengan menghadirkan Narasumber dari lembaga Sanggar Berani Usaha (SBU) Yogyakarta.

Selain itu, selama 3 bulan ke depan, peserta akan diberikan pelatihan secara intensif dengan didampingi Muchamad Yani, peraih juara dua lomba UKM orientasi ekspor tahun 2021 yang diselenggarakan oleh DiskopUKM Provinsi Jawa Timur.

"Tugas kami adalah mengantarkan Anda jadi pengusaha sepatu, jadi tolong maksimalkan sebaik mungkin kesempatan yang kami berikan dengan menyerap ilmu dengan sungguh-sungguh," ujar Ani.

Nantinya, para peserta tidak hanya dilatih untuk membuat sepatu, namun juga akan diajarkan bagaimana menghitung harga pokok, harga jual, hingga di dampingi dalam pemasaran.

Sebagai informasi, sejak tahun lalu Pemkot Mojokerto memberikan fasilitas inkubasi wirausaha untuk pemulihan ekonomi bagi warga terdampak COVID-19, dan untuk memberdayakan penerima bansos agar berpenghasilan secara mandiri.

(ncm/ega)