Partai Buruh Dinilai Sulit Eksis, Butuh Figur Kuat

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 09:59 WIB
Jakarta -

Partai Buruh disebut harus menyelesaikan beberapa masalah agar kembali eksis di kancah perpolitikan Indonesia. Hal yang paling kuat adalah soal kekuatan sosok di partai tersebut.

"Kalau untuk sebagai peserta pemilu mungkin bisa (terjadi). KSPI atau pendukungnya bisa mencapai itu, tapi untuk menang, dapat PT (parliamentary threshold), menurut saya nggak mudah. Karena yang dihadapi pemilu besok kan partai yang relatif sudah punya pengalaman panjang. Kedua harus kuat di figur," kata peneliti politik UI Aditya Perdana, saat dihubungi, Senin (10/4/2021).

"Buruh punya figur kuat tanpa modal uang? Relatif nggak ada. Pemilu kita kan begitu modelnya, full suport, full dukungan itu karena kepercayaan dan persoalan kita, kepercayaan terhadap kepercayaan orang di politik juga nggak bagus-bagus amat," katanya.

Menurut Aditya, dulu KSPI menggunakan ketokohan Prabowo Subianto untuk menggerakkan massa di Pemilu 2019. Namun Prabowo adalah tokoh yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.

"Dulu KSPI dukung Prabowo karena mudah mobilisasi, ada faktor figur kuat. Kini figur yang kuat siapa? Di daerah, basis kompetisi juga kuat, ada incumbent, bupati, dinasti," katanya.

Bagi Aditya, untuk kondisi saat ini, gerakan buruh sudah berhasil mengatasi masalah di internal mereka. Seperti memiliki daya tawar di perusahaan-perusahaan. Namun belum memiliki kekuatan pada ranah politik formal seperti partai politik.

"Kalau mobilisasi terkait dirinya, misal soal upah, nego dengan perusahaan dengan menaikkan bargaining, mereka sudah lumayan berhasil. Kalau masuk urusan formal politik, ini di DPR, atau jadi eksekutif, perlu usaha lebih keras. Ini bukan hal mudah," katanya.

Said Iqbal gagas partai buruh. Simak di halaman selanjutnya.