ADVERTISEMENT

Keluarga Ikhlaskan Wafatnya Eks Bupati Yahukimo, Tolak Jenazah Diautopsi

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 21:38 WIB
Video Bupati Yahukimo Abock Busup membagikan Dana Desa secara tunai ke masyarakat di tengah lapangan terbuka viral di medsos (Screenshot video viral)
Mantan Bupati Yahukimo Abock Busup (Screenshot video viral)
Jakarta -

Kematian mantan Bupati Yahukimo, Abock Busup, diduga menjadi pemicu kerusuhan di Yahukimo, Papua. Polri mengatakan keluarga menolak jenazah Abock Busup diautopsi karena mereka telah menerima kematian Busup sebagai takdir.

"Dari keterangan Saudara Sinud, menjelaskan kepada aparat kepolisian bahwa tidak perlu dilakukan autopsi kepada korban. Karena pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai sebuah takdir," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (4/10/2021).

Rusdi menyebut kematian Abock Busup sebagai sesuatu yang wajar, tidak ada kejanggalan. Meski demikian, Polres Jakarta Pusat (Jakpus) tetap menyelidiki penyebab meninggalnya Abock Busup.

"Jadi meninggalnya daripada korban ini diyakini bahwa merupakan suatu proses yang wajar. Walaupun pada saat ini Polres Jakpus masih terus melakukan penyelidikan terhadap meninggalnya korban ini," tuturnya.

Berdasarkan keterangan saksi, kata Rusdi, tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban saat ditemukan meninggal dunia. Benda-benda mencurigakan lain juga tidak ditemukan di sekitar jenazah Abock Busup.

Untuk itu, Rusdi meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh kematian Busup. Kematian Ketua DPW PAN Papua ini sendiri diduga menjadi penyebab kerusuhan di Yahukimo.

"Ini diisukan di sana, disebar isu-isu bentroknya atau penyerangan terhadap Gereja GIDI karena meninggalnya Saudara Abock Busup. Mungkin ada isu-isu yang tidak benar meninggalnya karena sesuatu hal di luar kewajaran. Mungkin yang berkembang seperti itu di sana. Karena itu kami perlu menjelaskan sebab musabab Abock Busup meninggal di Hotel Grand Mercure," imbuh Rusdi.

Sebelumnya, Polda Papua menduga kerusuhan yang terjadi Kabupaten Yahukimo terjadi karena dipicu meninggalnya Abock Busup. Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan wafatnya Abock Busup tak terkait politik.

"Almarhum wafat bukan karena tembakan. Menurut tim dokter dikonfirmasi karena diduga kena serangan jantung mendadak," kata Waketum PAN, Viva Yoga Mauladi, kepada wartawan, Senin (4/10).

Lihat juga video 'Aksi Bupati Yahukimo Bagikan Dana Desa Miliaran, Tunai!':

[Gambas:Video 20detik]



Simak berita lengkapnya di halaman berikutnya.

"Wafatnya almarhum Abock tidak ada kaitannya dengan politik, terutama kondisi politik daerah," tegasnya.

Abock Busup merupakan Ketua DPW PAN Papua, meninggal di Jakarta, Minggu (3/10) kemarin. Viva menjelaskan Abock berada di Jakarta untuk mengurus SK dari PAN di DPP dan akan mengikuti acara internal partai.

"Saudaraku Abock saat itu, sudah dua hari tiba di Jakarta. Keperluan untuk mengurus SK DPD PAN ke kantor DPP PAN dan akan mengikuti Bimtek Anggota Legislatif PAN seluruh Indonesia karena di acara ini mengundang seluruh Ketua DPW se-Indonesia," ujarnya.

(aud/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT