Waka I DPRD Merangin Jambi Tak Masalah Rencana Beli Mobil Dinas Baru Batal

Ferdi - detikNews
Minggu, 03 Okt 2021 14:43 WIB
Sejumlah mahasiswa demi di Kantor DPRD Kabupaten Merangin Jambi Kamis (30/9) malam.
Foto: dok. Istimewa
Jambi -

Pembelian mobil dinas baru untuk Bupati-Sekda dan Wakil Ketua I DPRD Merangin Jambi tahun ini menuai pro-kontra. Perencanaan pembelian mobil dinas itu ditolak mahasiswa HMI.

Bupati-Sekda Merangin sepakat untuk membatalkan pembelian mobil dinas baru itu untuk dialihkan ke dana COVID dan jalan. Wakil Ketua I DPRD Merangin Jambi Zaidan Ismail tak ada masalah jika dibatalkan.

"Ini biar saya jelaskan, saya menjabat sebagai wakil ketua ini kan sudah 2 tahun, selama menjabat itu kan saya selalu pakai mobil pribadi saya lah. Sebenarnya kan mobil dinas baru itu juga sesuai aturan, apalagi pengadaan mobil dinas baru itu juga dianggarkan pada APBD Murni lalu, lantaran kondisi speknya tidak sesuai, maka ditunda dan dimasukilah lagi di anggaran perubahan sekarang," kata Zaidan Ismail saat dihubungi detikcom, Minggu (3/10/2021).

Zaidan menyampaikan selama menjabat wakil rakyat, dirinya tak pernah mempersoalkan masalah mobil dinas baru. Apalagi, sejauh ini dia mengaku memahami bagaimana kondisi keuangan Merangin.
"Saya sangat paham betul masalah keuangan di Merangin ini, kita juga tidak pernah sibuk urusin masalah mobil dinas itu, karena saya juga punya mobil pribadi sendiri biarlah pakai mobil pribadi. Tapi karena itu Pemkab yang anggarkan, lalu juga mobil dinas bupati itu sebelumnya juga kecelakaan, tidak mungkinlah bupati baru dilantik mobil dinasnya juga kecelakaan, kecuali mobil dinas itu tidak kecelakaan, maka kita masukin lagi anggaran mobil dinas itu yang sebelumnya ditunda di anggaran APBD murni. Kan tidak ada masalah kan," ujar Zaidan.

Dia juga menyampaikan terkait anggaran mobil dinas baru itu telah diatur dan tidak menyalahi aturan. Apalagi untuk penanganan COVID-19 dana juga telah disediakan.

"Kalau mau tau juga mobil dinas Sekda itu juga kalau ndak salah sudah dari tahun 2014 atau 2013 lalu, sudah lama betul, itu kan sudah layak dianggarkan baru. Tetapi mungkin, persoalan mobil dinas baru itu disoroti lantaran kondisi pandemi. Kan, untuk anggaran COVID-19 juga sudah disediakan, anggaran lainnya juga disediakan," kata Zaidan.

Namun, jika memang Bupati dan Sekda sepakat tidak menggunakan mobil dinas baru, wakil rakyat dari Fraksi PDIP itu ikut ambil langkah yang sama.

"Ya kalau memang udah sepakat, tidak membeli mobil dinas itu saya setuju saja, saya juga tidak mempersoalkan, karena saya juga tidak ngotot kan, kalau anggaran itu dialihkan terutama untuk perbaikan jalan, itu saya setuju sekali, kita juga tahu kalau banyak jalan-jalan di Merangin ini yang belum diperbaiki," ujar dia.

Zaidan memaparkan ada aturan yang harus dijalankan soal pembatalan perencanaan pengadaan mobil dinas baru.

"Ini saya juga tegaskan ya, kalau saya sepakat jika itu dibatalkan. Kalau mau batal saya setuju juga, saya tidak persoalkan. Yang jelas kita harus paham, yang namanya pembatalan itu kan ada aturannya, ada mekanismenya, tidak bisa main batal-batalkan begitu saja," ujar wakil rakyat dua periode itu.

"Kalau emang itu mau dibatalkan nanti setelah ada evaluasi dari Gubernur di situ silakan kita batalkan, di situ. Kalau masalah dialihkan kemana anggarannya itu tinggal kesepakatan lagi, tidak masalah juga bagi saya, biar nanti juga ada berita acara juga, 3 pembelian mobil dinas baru Pemkab Merangin dibatalkan, " kata Zaidan.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Merangin Jambi melakukan penolakan terhadap perencanaan pengadaan mobil dinas baru yang akan dianggarkan untuk bupati pada tahun ini. Mahasiswa itu bahkan juga sempat menjalankan aksi unjuk rasa demi menolak mobil dinas baru itu.

Perencanaan pembelian mobil dinas baru untuk bupati, sekda, dan Wakil Ketua DPRD disana dinilai tidak etis dalam kondisi pandemi. Dana anggaran itu dinilai mahasiswa kenapa tidak dialihkan untuk hal lain seperti penanganan COVID-19 atau anggaran pembangunan infrastruktur yang masih sangat minim dan banyak yang rusak.

Simak juga 'Kejari Tanjung Jabung Timur Geledah Kantor KPU Jambi':

[Gambas:Video 20detik]

(idn/idn)