Mahasiswa di Merangin Jambi Demo Tolak Mobil Baru untuk Bupati-Sekda

Ferd - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 04:33 WIB
Sejumlah mahasiswa demi di Kantor DPRD Kabupaten Merangin Jambi Kamis (30/9) malam.
Sejumlah mahasiswa demi di Kantor DPRD Kabupaten Merangin Jambi Kamis (30/9) malam. (Foto: dok. Istimewa)
Jambi -

Sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Merangin Jambi menolak terhadap perencanaan pengadaan mobil dinas baru yang akan dianggarkan untuk bupati pada tahun ini. Mahasiswa itu bahkan juga sempat menjalankan aksi unjuk rasa demi menolak mobil dinas baru itu.

"Ya kami menolak adanya perencanaan pembelian mobil dinas baru untuk bupati, bukan hanya untuk bupati melainkan sekda dan Wakil Ketua DPRD disana. Bukankah kita ketahui dibalik ini juga dalam kondisi pandemi, kenapa dana anggaran itu tidak dialihkan ke hal penanganan Covid-19 ini, dan atau anggaran itu untuk pembangunan infrastruktur yang masih sangat minim dan banyak yang rusak di Merangin ini," kata Sekretaris Umum HMI Cabang Bangko Jambi, Ali saat dihubungi detikcom, Jumat (1/10/2021).

Aksi tersebut dilakukan para mahasiswa, pada Kamis (30/9/2021) malam, di gedung DPRD Merangin saat dilaksanakannya rapat paripurna.Mahasiswa menggelar aksi ini juga sebagai bentuk kekecewaan kepada wakil rakyat dan Pemkab Merangin Jambi tersebut.

Perencanaan pembelian mobil dinas baru yang di anggarkan di APBD perubahan itu juga dinilai tidak etis lantaran kondisi Merangin masih pandemi COVID.

Di aksi unjuk rasa itu, para mahasiswa juga sempat menerobos masuk ke gedung rapat paripurna. Mereka menerobos ke sidang rapat, agar dapat langsung didengar.

Ali berharap penolakan pengadaan mobil dinas itu didengar oleh anggota dewan. Dia meminta anggaran itu dialihkan ke program lain yang lebih bermanfaat.

"Ya kalau bupati ada sampaikan ke kita, jika tidak mau menerima mobnas itu karena ini semua keinginan dari para wakil rakyat. Tetapi kan kita ingin pastikan jika benar anggaran mobnas itu dapat dibatalkan. Kita hanya ingin pengadaan 3 mobnas itu lebih baik dialihkan ke anggaran lebih penting saja, apalagi jalan di Merangin banyak yang masih rusak, atau dianggarkan untuk pendidikan ataupun kesehatan," ujar Ali.

Ali pun menyampaikan jika HMI akan terus bersama-sama mengawal persoalan pengadaan mobil dinas ini hingga selesai. HMI bahkan tetap kukuh dalam pendirian akan selalu menolak jika DPRD terus memaksa untuk tetap menganggarkan pembelian mobnas itu.

"Kalau ini masih tetap dianggarkan maka, kita akan tetap berupaya jalankan aksi, bahkan kita akan lebih jalankan aksi lebih besar jika itu tetap dianggarkan. Karena jelas kita sangat menolak penganggaran itu," ujar Ali.

Sementara dari aksi penolakan itu, dalam aksi unjuk rasa itu, polisi sempat mengamankan 7 orang mahasiswa. Mereka diamankan karena sudah melewati batas jam unjuk rasa serta juga dinilai sempat terjadinya kericuhan dalam aksi itu.

"Kami amankan dalam rangka untuk mengambil keterangan tentang kegiatan aksi unjukrasa di DPRD Kabupaten Merangin, yang telah melewati batas waktu dan setelah itu mereka kembali," ujar Kapolres Merangin Jambi, AKBP Irwan Andi Purnamawan kepada detikcom

(eva/eva)