Kejati Sumsel Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya

Prima Syahbana - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 20:24 WIB
Lokasi lahan pembangunan Masjid Sriwijaya berjarak kurang dari 500 meter ke kantor Kejati Sumsel (Prima S/detikcom)
Lokasi lahan pembangunan Masjid Sriwijaya berjarak kurang dari 500 meter ke kantor Kejati Sumsel. (Prima S/detikcom)
Palembang -

Kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya yang menyeret Alex Noerdin sebagai tersangka terus bergulir. Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) resmi menetapkan dua tersangka baru dalam kasus tersebut.

Kedua tersangka itu yakni, Kabid Anggaran BPKAD yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumsel, Agustinus Antoni dan Tim Leader Pengawas PT Indah Karya, Loka Sangganegara.

"Tentunya (penetapan status tersangka) memang tidak terlepas dari jabatan atau kuasa yang mereka (Antoni dan Loka) pegang saat itu," kata Khaidirman kepada wartawan, Jumat (1/10/2021).

Menurutnya, Agustinus Antoni dinilai penyidik memiliki peran dalam penganggaran dana hibah. Sedangkan tersangka Loka Sangganegara dinilai turut bertanggung jawab atas pembangunan masjid yang ternyata bermasalah tersebut.

"Itu adalah hasil penyidikan. Tentunya penyidik sudah memiliki cukup bukti untuk menetapkan keduanya menjadi tersangka," katanya.

Khaidirman mengatakan, dari penetapan ini, kedua tersangka selanjutnya akan menjalani penahanan selama 20 hari untuk kelengkapan proses penyidikan.

"Setelah seluruh berkasnya lengkap, akan segera kita limpahkan ke pengadilan untuk disidang," katanya.

Pantauan di lapangan, dengan posisi tangan diborgol dan menggunakan rompi tahanan, kedua tersangka keluar dari gedung Kejati Sumsel sekira pukul 17.45 WIB.

Sebelumnya, kejaksaan menetapkan mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang. Penetapan tersangka itu dikonfirmasi oleh Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel) Victor Antonius Saragih.

"Ya sudah (ditetapkan tersangka)," kata Viktor melalui pesan singkat kepada detikcom, Rabu (22/9).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.