Total Lost Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya Rp 130 M, Ke Mana Aliran Duitnya?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 10:23 WIB
Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya. Berikut lokasi masjid tersebut bakal didirikan.
Lahan proyek Masjid Sriwijaya (Prima Syahbana/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung menjerat mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Masjid Sriwijaya dengan kerugian negara Rp 130 miliar. Dugaan kerugian negara itu merupakan total lost dari dana hibah Masjid Sriwijaya. Ke mana aliran duitnya?

Proyek Masjid Sriwijaya di Palembang itu dimulai pada 2016. Namun, hingga 2021, proyek itu mangkrak dan hanya berwujud tiang pancang. Padahal Alex Noerdin sempat menggadang-gadang proyek itu menjadi salah satu masjid termegah di Asia Tenggara.

"Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 20 hektare yang didukung dengan peralatan modern diharapkan selesai sesuai dengan rencana sebelum pelaksanaan Asian Games 2018," kata Alex Noerdin pada Jumat, 30 September 2016, seperti dilansir Antara.

Bau korupsi kemudian mulai diendus kejaksaan. Setelah melakukan penyelidikan, jaksa menjerat enam orang sebagai tersangka.

"Dari hasil penyelidikan adanya dugaan telah terjadi tindak pidana korupsi dalam proses pembangunan Masjid Sriwijaya, Palembang, sehingga dinaikkan ke tingkat penyidikan," kata Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman, Minggu (14/2/2021).

Keenam orang yang dijerat sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sumsel itu kini tengah menjalani persidangan. Mereka ialah:

1. Eddy Hermanto selaku Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya;
2. Dwi Kridayani sebagai pihak swasta
3. Syarifudin MF selaku Ketua Divisi Pembangunan dan Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Pembangunan Masjid Sriwjaya; dan
4. Yudi Arminto selaku KSO Yodya Karya.
5. Mukti Sulaiman selaku mantan Sekda Pemprov Sumsel
6. Ahmad Nasuhi sebagai mantan Plt Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel

Dalam dakwaan jaksa, duit hibah pembangunan masjid untuk Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya itu berasal dari APBD Sumatera Selatan tahun 2015 sebesar Rp 50 miliar dan APBD tahun 2017 sebesar Rp 80 miliar. Duit itu disebut dicairkan tanpa verifikasi usulan tertulis sehingga tidak melewati pembahasan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD).

Jaksa juga menjelaskan aliran duit yang diduga dikorupsi itu, yakni:

1. Untuk Eddy Hermanto senilai Rp 684.419.750 (Rp 684 juta)
2. Untuk Syarifudin senilai Rp 1.049.336.610 (Rp 1 miliar)
3. Untuk Dwi Kridayani senilai Rp 2.500.000.000 (Rp 2,5 miliar)
4. Untuk Yudi Arminto senilai Rp 2.368.553.390 (Rp 2,3 miliar)

Jaksa juga menyebut ada aliran duit ke salah satu perusahaan senilai Rp 5 miliar.

"Dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, yaitu merugikan keuangan negara sebesar Rp 116.914.286.358 (Rp 116,9 miliar)," demikian isi dakwaan jaksa.

Simak juga video 'Kata Gubernur Sumsel soal Alex Noerdin Tersangka Korupsi Masjid Sriwijaya':

[Gambas:Video 20detik]