3 Pengeroyok Anggota TNI di Medan Gegara Uang Parkir Dituntut 3 Tahun Bui

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 17:17 WIB
Kursi terdakwa di pengadilan
Ilustrasi pengadilan (Ari Saputra/detikcom)
Medan -

Tiga orang warga Medan terdakwa kasus pengeroyokan terhadap seorang anggota TNI dituntut 3 tahun penjara. Pengeroyokan ini diduga terjadi gara-gara masalah parkir.

Hal itu diketahui dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Medan seperti dilihat detikcom pada Jumat (1/10/2021). Sidang tuntutan digelar di PN Medan.

Korban dalam perkara ini adalah Pratu Tumpal Tampubolon. Sedangkan tiga terdakwa adalah Ursula Samantha Pasaribu, Ari Rafles Halomoan, dan Andre Syahputra.

"Supaya majelis hakim yang bersidang di Pengadilan Negeri Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara ini, memutuskan menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Ursula Samantha Pasaribu, Terdakwa Ari Rafles Halomoan Lumban Gaol, dan Terdakwa Andre Sahputra dengan pidana penjara masing-masing selama 3 tahun penjara dan dengan perintah agar para terdakwa tersebut tetap ditahan," tulis isi dakwaan.

Jaksa meminta majelis hakim memutuskan ketiganya dinyatakan bersalah atas pengeroyokan terhadap Pratu Tumpal. Jaksa menyebut perbuatan para terdakwa melanggar Pasal 170 Ayat (1) KUHP.

Selain ketiga terdakwa, ada dua orang lainnya yang dalam proses persidangan di PN Medan. Dua orang ini masih di bawah umur. Berkas perkara dua orang ini dibuat terpisah dengan berkas perkara orang yang sudah dilakukan penuntutan.

Sebelumnya, dugaan pengeroyokan terhadap Pratu Tumpal Tampubolon ini terjadi karena masalah uang parkir. Tumpal dikeroyok sejumlah orang pada peristiwa itu.

"Masalah parkir. Korban anggota TNI diminta uang parkir dengan cara kasar. Korban nggak terima, keluar dari mobil justru dikeroyok kurang-lebih 10 orang," sebut Wakasatreskrim Polrestabes Medan Raffles Langgak Putra saat dimintai konfirmasi, Kamis (24/6).

Raffles mengatakan pihaknya masih mencari pelaku lainnya. Dia menyebut para pelaku yang diamankan merupakan juru parkir liar.

"Masih kami cari pelaku lainnya. Iya. Jukir (juru parkir) liar," ujar Raffles.

(haf/haf)