ADVERTISEMENT

Korban Sodomi-Pencabulan 2 Pengasuh Ponpes di Sumsel Bertambah Jadi 30 Orang

M Syahbana - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 11:06 WIB
Konferensi pers kasus sodomi santri di Polda Sumsel (M Syahbana-detikcom)
Konferensi pers kasus sodomi santri di Polda Sumsel (M Syahbana/detikcom)
Palembang -

Dua pengasuh ponpes di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, J (22) dan IA (20), ditangkap karena diduga menyodomi para santri. Santri yang menjadi korban sodomi berjumlah 12 orang, sedangkan 18 orang lainnya dicabuli.

"Saat ini total semua korban dari kedua tersangka ada 30 orang," kata Direskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan kepada wartawan, Jumat (1/9/2021).

Hisar mengatakan ada dua santri yang pernah menjadi korban J dan IA. Dia mengatakan dua santri itu awalnya diduga dicabuli J, lalu oleh IA.

"Tapi dilakukan juga di dua anak. Artinya di antara dua anak dari korban tersangka pertama (J), juga menjadi korban tersangka kedua (IA)," ungkap Hisar.

Kasubdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni mengatakan korban merupakan santri laki-laki yang tinggal di asrama ponpes. Kedua tersangka, menurutnya, beraksi dalam waktu berbeda.

"Semua korban anak laki-laki. Kedua tersangka melakukan perbuatan itu tidak dalam waktu bersamaan," kata Masnoni.

Korban dari tersangka J, kata Masnoni, semula 26 anak, kini bertambah menjadi 29 anak. Sebelas orang di antaranya disodomi, sementara sisanya dicabuli. Sementara itu, satu santri lagi merupakan korban tersangka IA.

"Kemarin (hasil penyelidikan) tersangka J korbannya ada 26, ini ditambah lagi tiga, jadi totalnya 29. Yang disodomi ada 11 anak, sisanya dicabuli," katanya.

"Satu korban lainnya itu disodomi oleh tersangka IA. Jadi total korban dari kedua tersangka ada 30 anak untuk saat ini," sambung Masnoni.

Sebelumnya, polisi menangkap IA, yang diduga menjadi pelaku sodomi santri di salah satu pesantren di Ogan Ilir. IA merupakan pengasuh sekaligus pengajar di pesantren tersebut.

"Kami kembali mengamankan satu pelaku lagi inisial IA (20). Dia ini seorang pengawas asrama dan pengajar di sana," kata Direskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan di Polda Sumsel, Kamis (30/9).

Wadireskrimum Polda Sumsel AKBP Tulus Sinaga mengatakan semua korban sodomi dan pelecehan telah diberi pendampingan. IA, kata Tulus, dijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Polisi sudah lebih dulu menangkap J setelah diduga menyodomi enam santri. Setelah pemeriksaan dilakukan, polisi menyatakan ada 11 santri yang diduga disodomi J.

(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT