Polisi Sempat Amankan Mahasiswa Demo Tolak Mobil Baru Bupati-Sekda Merangin

Ferdi Almunanda - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 08:53 WIB
Sejumlah mahasiswa demi di Kantor DPRD Kabupaten Merangin Jambi Kamis (30/9) malam.
Foto Suasana Mahasiswa Demo di DPRD Merangin, Jambi: dok. Istimewa
Jambi -

Sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Merangin Jambi sempat diamankan oleh polisi setelah melakukan aksi unjuk rasa tolak mobil dinas baru bupati-sekda Merangin di gedung DPRD Merangin, Jambi. Ada 7 orang mahasiswa yang saat itu diamankan oleh polisi diamankan.

"Kami amankan dalam rangka untuk mengambil keterangan tentang kegiatan aksi unjuk rasa di DPRD Kabupaten Merangin," kata Kapolres Merangin Jambi, AKBP Irwan Andi Purnamawan kepada detikcom, Jumat (1/10/2021).

Mahasiswa HMI Merangin itu diamankan polisi lantaran melakukan aksi demo dengan melewati batas waktu. Usai diperiksa para mahasiswa kemudian dikembalikan ke rumah masing-masing oleh polisi.

"Ini telah melewati batas waktu, dan setelah itu mereka kembali," ujar Irwan.

Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) BADKO Jambi kecewa sekaligus mengecam tindakan pengamanan yang dilakukan pihak kepolisian dalam penanganan aksi demo di gedung dewan.

Koordinator BADKO HMI Jambi, Nanda Herlambang mengatakan HMI Cabang Bangko melakukan aksi di kantor DPRD Merangin merupakan bagian dari penyampaian aspirasi menolak pembelian mobil dinas baru pejabat Merangin demi kepentingan rakyat secara keseluruhan. Nanda menyayangkan dalam upaya pengamanan dan penertiban oleh kepolisian itu juga sempat terjadi tindak kekerasan fisik terhadap pengunjuk rasa.

Menurutnya, fakta ini ditemui Badko HMI Jambi dari pengamatan langsung di lapangan dan banyaknya foto dan video yang beredar di media sosial.

"Tindakan oleh aparat penegak hukum atas alasan apapun tidak dapat dibenarkan, terlebih lagi yang menjadi korban tindakan kekerasan tersebut adalah kaum intelektual yang menyampaikan aspirasi di muka umum sebagai bentuk kontrol terhadap pemerintah," ujar Nanda dalam keterangan terpisah.

"Semestinya dalam menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, aparat kepolisian harus berlandaskan pada aturan yang berlaku dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, ini segera di evaluasi lagi kinerjanya," sambung Nanda.

Aksi demo tersebut dilakukan para mahasiswa, pada Kamis (30/9) malam, di gedung DPRD Merangin. Demo itu digelar tepat pada saat rapat paripurna. Mahasiswa menggelar aksi ini juga sebagai bentuk kekecewaan mereka kepada wakil rakyat dan Pemkab Merangin Jambi yang merencanakan pembelian mobil dinas baru di anggaran APBD perubahan itu.

Di aksi unjuk rasa tersebut, para mahasiswa juga sempat menerobos masuk ke gedung rapat paripurna. Mereka menerobos ke sidang rapat, agar dapat langsung didengar oleh para wakil rakyat, demi meminta supaya anggaran mobil dinas baru itu dibatalkan.

Perencanaan pengadaan mobil dinas baru yang akan dianggarkan untuk bupati-sekda dan wakil ketua DPRD Merangin pada tahun ini dinilai tidak etis karena kondisi warga Kabupaten Merangin saat ini.

(zap/zap)