Round-Up

Dua Kali Irjen Napoleon Pukul M Kace demi Pamer Kuasa

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 22:03 WIB
Ketua majelis hakim, M Damis memimpin sidang lanjutan perkara korupsi penghapusan red notice Interpol dengan terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte di Pengadilan Tipikor pada  PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (18/1/2020).
Irjen Napoleon Bonaparte (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Fakta baru kasus penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece alias Kace terungkap. Irjen Napoleon menganiaya Kace sebanyak dua kali pada sore dan dini hari.

"Dipukul dengan tangan kosong," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi saat dihubungi, Kamis (30/9/2021).

Ada alasan di balik Napoleon menganiaya Kace untuk kedua kalinya. Menurut Andi, Napoleon ingin memamerkan kekuasaannya di Rutan Bareskrim Polri.

"Dia ingin menunjukkan bahwa yang berkuasa di sel adalah NB (Napoleon Bonaparte)," tuturnya.

Karutan Terduga Pelanggar

Kasus penganiayaan terhadap M Kace ini juga menyeret sejumlah petugas. Kepala Rutan Bareskrim Polri AKP Imam Suhondo, kepala jaga keamanan sel, serta petugas jaga sel Rutan Bareskrim saat ini berstatus terduga pelanggar di kasus pemukulan Muhammad Kece alias Kace yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte.

"Bukan tersangka, tapi terduga pelanggar," kata Kadiv Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo kepada wartawan, Kamis (30/9).

Mantan Dirtipidum Bareskrim Polri ini menjelaskan istilah tersangka dipakai untuk anggota yang melakukan tindak pidana. Namun jika melanggar kode etik, istilahnya terduga pelanggar.

"Kalau Propam proses pelanggaran disiplin dan kode etik namanya terduga pelanggar. Kalau tindak pidana, baru namanya tersangka," terang Ferdy.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya