Viral Korban Bom Gereja Katedral Makassar Tagih Janji Pemerintah, Ini Faktanya

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 21:26 WIB
Anggota polisi mengamati motor yang digunakan terduga pelaku bom bunuh diri sebelum dievakuasi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021). Kepolisian telah mengidentifikasi salah satu dari dua terduga pelaku bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu (28/3/2021) di depan Gereja Katedral Makassa rberjenis kelamin laki-laki berinisial L sedangkan lainnya masih dalam proses identifikasi. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/aww.
Polisi mengamati motor yang digunakan terduga pelaku bom bunuh diri sebelum dievakuasi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021). (ANTARA/ARNAS PADDA)
Makassar -

Video korban bom bunuh diri depan Gereja Katedral Makassar menagih janji dirawat pemerintah viral di media sosial. Polisi pun menjawab pernyataan korban yang mengaku tak dirawat tersebut.

Dalam video viral, dua korban yang mengaku bernama Valerina Silitubun dan Kariana Mayu mengungkapkan keluhannya secara bergiliran. Valerina awalnya menjelaskan menderita keloid di area tangan dan kakinya.

Dia juga mengaku keloid itu menyebabkan tangan dan kakinya terus nyeri hingga juga terus mengalami penebalan. Selanjutnya, dia menyoroti pemerintah, dalam hal ini pihak RS Bhayangkara Makassar karena tak kunjung menjalani operasi.

"Sampai saat ini kami tidak diperhatikan oleh pemerintah dengan secara sempurna sesuai janji pemerintah. Saat ini saya juga menunggu kepastian operasi dari rumah sakit Bhayangkara Makassar tetapi saya belum menerima kepastian dan ACC dari. rumah sakit," ungkap Valerina dalam video viral dilihat detikcom, Kamis (30/9/2021).

Valerina lalu meminta tolong ke semua pihak agar dapat dibantu bisa segera melakukan operasi. Dia berharap bisa hidup normal kembali.

"Semoga kami juga bisa dapat beraktivitas dengan baik dan lebih luas," ucap Valerina.

Sementara Kariana, dia juga menjelaskan derita keloid yang ia alami. Dia mengaku kerap merasa kesakitan dan gatal.

"Saya juga meminta bantuan Bapak Pastor dan Bapak Uskup dan Bapak Ibu yang menonton video ini untuk membantu agar kulit kami bisa sembuh kembali," katanya.

Tanggapan RS Bhayangkara Makassar

Karumkit RS Bhayangkara Makassar Kombes Muhammad Mas'udi angkat bicara terkait viralnya pengakuan korban tersebut. Dia mengatakan keduanya telah meminta maaf.

"Yang bersangkutan tadi sudah kita konfirmasi kan. Ada dari pihak keuskupan dia datang minta maaf dan mengklarifikasi bahwa itu menyesal karena pernyataan kemarin itu," ucap Kombes Mas'udi saat dihubungi detikcom.

Mas'udi menegaskan, kedua korban masih dalam perawatan RS Bhayangkara Makassar. Dia pun menjelaskan proses perawatan yang dimaksud.

"Dia masih menjadi pasien kita masih kontrol masih perawatan kok," katanya.

"Dulu kan dirawat di kita satu bulan. Waktu itu pertama kontrol, terus masih kontrol terus. Perawatan luka, kalau operasi masih nunggu operasi, istilahnya perawatan luka, itu saja kan," lanjut dia.

Mas'udi mengaku tak tahu motif kedua korban membuat video itu hingga viral. Tapi dia memastikan kedua korban meminta maaf.

"Itu nanti dia yang klarifikasi (alasan buat video). Namanya anak kecil, ya nggak taulah, nggak takut salah kalau ngomong," katanya.

(eva/eva)