Ketua DPRD: DKI Jangan Bikin Kesan Tak Lagi Kucurkan APBD untuk Formula E

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 22:29 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi
Foto: Ilman/detikcom
Jakarta -

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengkritisi pernyataan Pemprov DKI Jakarta soal anggaran Formula E. Prasetio meminta Pemprov DKI tidak memberi kesan seolah-olah tak akan mengucurkan dana APBD untuk perhelatan Formula E.

"Jangan bikin kesan Pemprov tidak lagi mengucurkan APBD untuk Formula E," kata Prasetio dalam keterangan tertulis, Rabu (29/9/2021).

Politikus PDIP itu menyebut pendanaan Formula E selama ini bersumber dari APBD, baik melalui Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta (Dispora) maupun Jakpro. Bahkan Jakpro sendiri mendapatkan penyertaan modal daerah dari dana publik.

"Yang benar, Pemprov mengusulkan PMD kepada DPRD untuk Jakpro yang akan digunakan untuk Formula E," ujarnya.

Prasetio juga mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semestinya tidak boleh menyusun program kerja melampaui masa jabatannya. Sebab, event Formula E dijadwalkan hingga 2024 mendatang, sedangkan masa jabatan Anies berakhir pada Oktober 2022 mendatang.

"Aturan itu ada dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 sebagai perubahan kedua Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Dalam Pasal 54 A ayat 6 disebutkan penganggaran kegiatan tidak boleh melampaui akhir tahun masa jabatan kepala daerah," jelasnya.

Terakhir, Prasetio mewanti-wanti agar Anies tidak mengaburkan fakta mengenai Formula E. Prasetio menyatakan ajang balap mobil listrik itu sepenuhnya ambisi Anies.

"Saya pastikan tidak ada Peraturan Daerah tentang Formula E. Perda Nomor 7 Tahun 2019 itu tentang APBD 2020. Formula E hanya satu dari puluhan ribu mata anggaran dalam APBD," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta blak-blakan soal anggaran Formula E yang bakal digelar selama 3 tahun berturut-turut. Salah satu yang dijelaskan ialah penggunaan APBD DKI untuk Formula E.

Penjelasan itu dipaparkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta dalam dokumen 'Katanya Vs Faktanya Formula E' yang dilihat detikcom, Rabu (29/9).

Pemprov DKI menjelaskan soal penggunaan APBD DKI Jakarta untuk Formula E. Penjelasan itu disampaikan untuk menjawab 'katanya' commitment fee Formula E berjumlah Rp 2,3 triliun dan biaya pelaksanaan Rp 4,4 triliun.

"Faktanya, commitment fee adalah Rp 560 miliar (bukan hanya untuk tahun pertama, tapi untuk semua tahun penyelenggaraan)," tulis Pemprov DKI.

Pemprov DKI juga mengungkit gelaran Formula E ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD dan menjadi Perda Nomor 7 Tahun 2019. Pemprov DKI menyatakan tak ada lagi tambahan biaya dari APBD untuk pelaksanaan Formula E 2022, 2023, dan 2024.

"Tidak ada lagi tambahan biaya dari APBD untuk pelaksanaan Formula E, baik untuk 2022, 2023, dan 2024. Biaya pelaksanaan per tahun sekitar Rp 150 miliar, tidak dibayar oleh APBD tapi akan bersumber dari sponsorship yang akan dilakukan oleh Jakpro. Dalam perjanjian kerja sama yang terkini, tidak ada keperluan untuk dibuatkan bank garansi," tulis Pemprov DKI.

(aik/aik)