5 Perbedaan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca, Cek di Sini

Arinta Putri Anggraini - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 20:54 WIB
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine.
5 Perbedaan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca, Cek di Sini (Foto: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)
Jakarta -

Perbedaan vaksin Sinovac dan AstraZeneca kini jadi informasi yang penting untuk diketahui. Sebab, kedua jenis vaksin ini adalah yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Perlu diketahui juga, kedua jenis vaksin ini aman dan sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Lalu, apa saja perbedaan antara vaksin Sinovac dan AstraZeneca? Simak penjelasan berikut ini untuk mengetahui selengkapnya.

Perbedaan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca: Kandungan

Kedua jenis vaksin ini diketahui memiliki isi kandungan yang berbeda. Dirangkum detikcom, berikut ini masing-masing vaksin Sinovac dan AstraZeneca:

Kandungan Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac dikembangkan dengan metode inactivated. Artinya, virus yang ada dalam vaksin sudah dimatikan dan tidak mengandung virus hidup atau yang dilemahkan.

Selain itu, ada kandungan aluminium hidroksida yang berfungsi meningkatkan kemampuan vaksin. Ada larutan fosfat yang berfungsi sebagai penstabil atau stabilizer vaksin.

Vaksin Sinovac juga mengandung natrium klorida yang berfungsi sebagai isotonis, yaitu untuk memberikan kenyamanan saat penyuntikan. Natrium klorida yang digunakan dalam vaksin ini sesuai standar kefarmasian.

Kandungan Vaksin AstraZeneca

Dikutip dari situs resmi pemerintah Inggris, vaksin AstraZeneca mengandung vektor adenovirus dari simpanse (rekombinan ChAdOx1-S) yang disisipi glikoprotein spike dari virus SARS-Cov-2, serta organisme hasil rekayasa genetika (GMO).

Vaksin AstraZeneca juga mengandung kurang dari 23 miligram per dosis (0,5 mililiter). Artinya, pada dasarnya vaksin ini bebas natrium. Kemudian, vaksin AstraZeneca juga mengandung alkohol yang jumlahnya sangat sedikit, yaitu 2 miligram alkohol (etanol) per dosis (0,5 mililiter). Adapun kandungan lain dalam vaksin ini di antaranya:

• L-histidine
• L-histidine hydrochloride monohydrate
• Magnesium klorida heksahidrat
• Polysorbate 80
• Etanol
• Sukrosa
• Natrium klorida
• Dinatrium edetat dihidrat
• Air untuk injeksi.

Perbedaan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca: Asalnya

Asal Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac diketahui berasal dari negara China. Nama perusahaannya adalah Sinovac BioTech. Perusahaan ini mengembangkan vaksin COVID-19 bernama CoronaVac atau yang lebih dikenal dengan vaksin Sinovac.

Selama dua dekade terakhir, Sinovac sudah mengembangkan dan menjual enam vaksin yang digunakan manusia dan satu vaksin hewan. Di antaranya adalah vaksin hepatitis A dan B, influenza H5N1 (flu burung), influenza H1N1 (flu babi), vaksin gondok, dan vaksin rabies anjing.

Asal Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca ini dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi asal Inggris dengan beberapa peneliti dari Universitas Oxford. Tidak hanya itu saja, vaksin AstraZeneca ini juga dikembangkan diberbagai negara, antara lain seperti Asia, India dan Korea Selatan.

Terkait perbedaan vaksin Sinovac dan AstraZeneca dapat dicek di halaman selanjutnya.

Tonton juga Video: Jumlah Vaksin Covid-19 yang Diterima RI Mencapai 243 Juta Dosis

[Gambas:Video 20detik]