Round-Up

Dugaan Perkosa Rekan Separtai Bikin Anggota Dewan di Maros Dipolisikan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 22:48 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Foto: Ilustrasi pemerkosaan. (Zaki Alfarabi/detikcom)

IMS Sempat Cabut Laporan Polisi

IMS mengaku sempat mencabut laporan polisi yang diadukannya pada Juni 2021. Dia mengaku dibawa pihak pengacara SS ke notaris untuk sepakat damai dan mencabut laporan.

IMS awalnya mengaku menolak, namun dia akhirnya menandatangani kesepakatan damai dan cabut laporan tersebut karena sudah terdesak ancaman pengacara SS.

"Saya sendiri tidak didampingi oleh siapapun itu sampai malam saya dibujuk itu (sepakat damai-cabut laporan di depan notaris), saya tidak mau sampai saya nangis-nangis," ucap dia.

"Dia bilang karena capek, dia bilang Dek, saya kasi tahu kamu, ini demi kebaikan kamu, karena kenapa, kapan ini kamu lanjut laporan kamu bakal kena juga (pidana), karena kita bahas juga soal aborsi," ucapnya lagi.

Selain dugaan ancaman pidana aborsi, IMS juga mengaku diancam bahwa SS memiliki video hubungan intim dengan IMS.

"Terus yang kedua ini S (SS) juga punya video syur saya yang dia pegang itu diancamkan jangan sampai itu S loloskan itu video, nah itu keluarga ta tidak na tahu mengenai ini," kata IMS.

Selepas menandatangani kesepakatan damai di hadapan notaris, IMS mengaku dibawa kembali ke indekos miliknya.

Namun belakangan, informasi kasus yang dialami IMS diketahui oleh tantenya. Dalam informasi beredar itu, IMS justru disebut sebagai perebut lelaki orang (pelakor).

Merasa difitnah dengan cerita tersebut, IMS kembali melaporkan SS ke Polda Sulsel pada Juni 2021. Dia mengaku mau membuktikan bila dia merupakan korban, bukan pelakor.

"Belakangan malah isu yang saya dengar yang saya goda-goda suaminya orang terus saya peras-peras suaminya si anggota dewan ini saya tidak terima," katanya.

"Makanya saya lanjut kembali melapor di bulan 6 kemarin saya lanjut laporan sampai sekarang ini masih berproses," pungkas IMS.


(nvl/nvl)