Saksi dari Polri Ungkap Awal Mula Perkenalan Azis Syamsuddin-AKP Robin

Zunita Putri - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 18:03 WIB
Kursi terdakwa di pengadilan
Ilustrasi persidangan. (Ari Saputra/detikcom)

Agus mengaku ingin mengenalkan Soni dan Bisma ke saudaranya. Padahal, saudara yang dimaksud ini adalah Azis Syamsuddin.

"Maksud mempertemukan saudaranya Saudara siapa yang Saudara maksud?" tanya jaksa lagi.

"Pak Azis," jawab Agus Singkat.

Setelah Robin menjadi penyidik KPK pada 2019, Agus menghubungi Robin dan mengajak Robin bertemu Azis. Robin pun langsung menyanggupi itu.

"Jadi terdakwa saat lulus di KPK 2019, saya tanyakan 'Bin nanti saya ingin ikut KPK kira-kira belajar apa kiat-kiat apa gitu'. Yang bersangkutan bilang 'Oh ya bang nanti ketemu di Jakarta'. Terus saya sampaikan 'Bin ada teman saya di Jakarta, udah dianggap keluarga, nanti kita silaturahmi Bin' ke Pak Azis itu, Robin sempat tanya 'Siapa Bang' saya bilang 'Pak Azis', (Robin jawab) 'Oh ya Pak Azis boleh Bang, nanti pas di Jakarta ketemu'," ucap Agus.

Agus mengaku mengajak Robin bertemu dengan Azis Syamsuddin sebanyak tiga kali. Pertemuan itu terjadi pada Februari 2020, April 2020, dan Mei 2020.

Pertemuan pertama di rumah dinas Azis Syamsuddin di Jalan Denpasar, Kuningan, Jaksel. Saat itu, Agus bertugas di Direktorat Cyber Crime Polda Jateng.

Agus mengaku pertemuan pertama hanya berlangsung 5 sampai 10 menit. Saat itu, Robin dan Azis juga bertukar nomor ponsel.

"Nggak lama pertemuan 5 sampai 10 menit aja setelah itu kembali. Ya saat pertemuan pertama, waktu itu Pak Azis yang minta duluan nomor Robin," jelas Agus.

Setelah tiga kali mengajak Robin bertemu Agus, Agus mengaku tidak tahu lagi kelanjutan pertemuan keduanya. Dia mengaku Robin atau Azis juga tidak pernah melaporkan pertemuan lain ke dirinya.

Dalam perkara ini yang duduk sebagai terdakwa adalah AKP Robin dan Maskur Husain. Robin didakwa bersama Maskur Husain menerima suap yang totalnya Rp 11 miliar dan USD 36 ribu atau setara Rp 11,538 miliar berkaitan dengan penanganan perkara di KPK. Mantan penyidik KPK itu menerima suap dari sejumlah nama, termasuk dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.


(zap/haf)