Jejak Azis Syamsuddin di Dakwaan Eks Penyidik hingga Jadi Tersangka KPK

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 14:42 WIB
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus suap yang melibatkan Walkot Tanjungbalai.
Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ternyata sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Jejak Azis Syamsuddin sempat muncul dalam surat dakwaan mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju.

Dalam surat dakwaan itu, diketahui Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Golkar itu diduga bermain mata untuk setidaknya 3 kasus yang ditangani para pendekar antikorupsi. Bagaimana duduk perkaranya?

- Perkara Walkot Tanjungbalai M Syahrial

Duduk perkara masalah ini terungkap saat jaksa membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (13/9/2021).

Jaksa KPK mengatakan AKP Robin dikenalkan M Syahrial oleh Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin. Pertemuan Syahrial dan Robin itu terjadi di rumah dinas Azis di Jalan Denpasar Raya, Kuningan, Jaksel.

Dalam pertemuan itu, Syahrial menjelaskan bahwa da sedang tersandung kasus di KPK. Syahrial meminta Robin membuat kasus jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai yang sedang dilidik KPK tidak naik ke tingkat penyidikan.

Robin pun menyanggupi permintaan Syahrial. Namun Robin meminta imbalan Rp 1,7 miliar dan disanggupi oleh Syahrial.

"Bahwa Terdakwa kemudian membahas kasus-kasus yang melibatkan M Syahrial dengan Maskur Husain, dan akhirnya mereka sepakat untuk membantu M Syahrial dengan imbalan sejumlah uang. Akhirnya disepakati antarmereka besaran imbalan adalah sejumlah Rp 1.700.000.000, yang diberikan secara bertahap," kata jaksa

Namun pada akhirnya total suap yang diberikan Syahrial ke Robin secara bertahap senilai Rp 1,695 miliar. Uang itu kemudian dibagi dengan Maskur Husain. AKP Robin mendapat Rp 490 juta, sedangkan Maskur mendapat Rp 1,205 miliar.

Selain itu, Robin mendapat privilege dari Syahrial, yakni Robin pernah meminjam mobil dinas milik Pemkot Tanjungbalai merek Toyota Kijang Innova tahun 2017 dengan pelat nomor BK-1216-Q. Peminjaman mobil itu dilakukan sejak 22 Desember 2020 hingga 13 April 2021.

Lebih lanjut, jaksa juga menyebut Robin memberikan informasi kedatangan penyidik KPK di Tanjungbalai ke Syahrial. Hal itu bertentangan dengan pekerjaan Robin selaku penyidik KPK.

Robin juga disebut jaksa memberi informasi terkait kasus jual-beli jabatan di Tanjungbalai ini ke Azis Syamsuddin dan Syahrial. Robin memberi tahu kasus ini naik ke tingkat penyidikan ke Azis dan Syahrial.

Tonton video 'Azis Syamsuddin Jadi Tersangka KPK, Golkar: Kita Doakan yang Terbaik':

[Gambas:Video 20detik]