detikcom Do Your Magic

Lahan Sampah Pondok Betung Bakal Ditutup Jika Masih Ada Pembakaran

Athika - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 16:50 WIB
Jakarta -

Sampah yang menumpuk di lahan sampah Gang Sawo, Kelurahan Pondok Betung, Tangerang Selatan dilarang dibakar. Ketua RT 07 RW 01 Kelurahan Pondok Betung Turasman mengatakan, jika ada pembakaran sampah, maka lahan sampah tersebut akan ditutup.

"Sudah dilarang sampah untuk dibakar, karena nanti kalau dibakar akan ditutup," kata Turasman kepada detikcom, Senin (29/7/2021).

Turasman menyebutkan, keputusan ini sudah disepakati oleh pengelola lahan, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Tangsel, pihak Kelurahan Pondok Betung dan pejabat lingkungan seperti RT dan RW.

Selain melarang pembakaran sampah, Pemkot Tangsel juga menyediakan pengangkutan sampah dari lahan di permukiman warga dekat Gang Sawo RT 07 RW 01 ini.

Pengangkutan sampah oleh pihak Pemkot Tangsel. Sampah diangkut dari lahan sampah di kawasan permukiman warga, Pondok Betung. (Dok Istimewa)Pengangkutan sampah oleh pihak Pemkot Tangsel. Sampah diangkut dari lahan sampah di kawasan permukiman warga, Pondok Betung. (Dok Istimewa)

"Untuk sekarang sampah diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup dua hari sekali, selanjutnya sampah yang sudah menumpuk nantinya akan didatangkan alat berat, sebagian diratakan dan sebagian besar diangkut oleh dinas (LH)," jelasnya.

Diketahui, pengelola lahan sampah di lahan dekat permukiman ini kerap melakukan pembakaran sisa-sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan setelah dipilah. Pembakaran tersebut dinilai mengganggu warga karena mencemari udara.

Pengangkutan sampah oleh pihak Pemkot Tangsel. Sampah diangkut dari lahan sampah di kawasan permukiman warga, Pondok Betung. (Dok Istimewa)Pengangkutan sampah oleh pihak Pemkot Tangsel. Sampah diangkut dari lahan sampah di kawasan permukiman warga, Pondok Betung. (Dok Istimewa)

Darkim (60) yang merupakan pengelola lahan pembuangan sampah itu mengaku siap untuk tidak membakar sampah lagi. Namun, Darkim dan rekan-rekannya tidak ingin kehilangan mata pencaharian.

"Makanya saya mohon maaf, tolong diberikan solusi yang supaya saya dan semuanya yang di sini bisa kerja terus. Karena kalau cuma bantuan kan nanti habis, kalau kerjaan meskipun sedikit kami tetap bersyukur," katanya kepada detikcom, Jumat (25/9) lalu.

(dnu/dnu)